Sulbar berkomitmen wujudkan program OVOP

id Program OVOVP,Wakil Gubernur Sulbar Enny Anggraeni Anwar,Sulbar

Wakil Gubernur Sulbar, Enny Anggraeni Anwar (kiri) dan Sekprov. Sulawesi Barat, Muhammad Idris (kanan) saat menghadiri Gebyar Bulan Keamanan Pangan Tahun 2018 di Mall Matos Mamuju, Sabtu (15/12/2018). (FOTO/Humas Pemprov Sulbar)

Mamuju(Antaranews Sulbar) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen mewujudkan program "One Village One Product (OVOP)" atau satu desa satu produk unggulan dan Mandiri, Cerdas dan Sehat (Marasa).

Wakil Gubernur Sulbar Enny Anggraeni Anwar, Minggu mengatakan, program tersebut sebagai upaya menciptakan produk UMKM berdaya saing tinggi.

"Program ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat melaui program unggulan dan mampu mengubah status desa dari tertinggal menjadi maju, bahkan mendapatkan status desa mandiri," kata Wakil Gubernur Sulbar Enny Anggraeni Anwar, Minggu.

Wagub berharap, Balai POM di Mamuju, dapat bersinergi dengan program Pemprov Sulbar tersebut, sehingga dapat mengatasi permasalahan kemiskinan dan stunting yang ada, menuju Sulbar yang lebih baik.

Selain itu, ia juga mengajak seluruh lintas sektor terkait, baik instansi vertikal dan pemerintah daerah, memadukan segala potensi yang dimiliki, saling bersinergi dalam mensukseskan program tersebut.

Menurutnya, agar dapat mewujudkan sadar pangan aman serta menciptakan produk pangan UMKM berdaya saing tinggi, diperlukan program-program yang berkelanjutan dari berbagai lintas sektor yang saling terkait .

Selain akan memberikan pemahamam dan kesadaran kepada konsumen dalam memilah dan memilih produk pangan berkualitas, upaya tersebut tambahnya, juga dapat meminimalkan pihak-pihak tertentu untuk mengeruk keuntungan, tanpa memperhitungkan dampak kerugiannya.

"Saya harapkan, Balai POM di Mamuju dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat Sulbar, tentang pentingnya keamanaan pangan, serta memperkuat ekonomi desa malalui UMKM berdaya saing tinggi," harap Enny Anggraeni Anwar.

Sebelumnya, yakni pada Gebyar Bulan Keamanan Pangan yang berlangsung di Atrium Maleo Town Square (Matos) Mamuju pada Sabtu (15/12), Kepala Balai POM Mamuju Netty Nurmuliawati mengatakan, tantangan utama dalam keamanan pangan adalah "foodborne disease` atau penyalahgunaan bahan kimia berbahaya yang dilarang untuk dimakan, penggunaan bahan tambahan pangan melebihi batas grade, maupun adanya kontaminan dalam makanan.

`Kegiatan itu bertujuan memberikam informasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di bidang keamanan pangan melalui berbagai kegiatan yang dapat menyalurkan bakat, kreativitas dan kemampuan inovasi yang dimiliki peserta," ujarnya.

"Hal ini merupakan salah satu bentuk pemberdayaan komunitas, agar masyarakat menjadi mampu dan mandiri mengendalikan keamanan pangan dalam melindungi diri sendiri dan keluarganya dari pangan yang tidak aman," beber Netty.
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar