Perundingan China-AS dorong penguatan rupiah
Kamis, 10 Januari 2019 13:06 WIB
Petugas menghitung uang pecahan Rupiah di Valuta Inti Prima (VIP), Jakarta. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta (Antaranews Sulsel) - Penguatan nilai tukar (kurs) rupiah, Kamis pagi, sebesar 30 poin menjadi Rp14.095 per dolar AS, didorong harapan tercapainya perundingan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, kata Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail.
"Penyelesaian perang dagang antara AS-China memberi harapan bagi pertumbuhan ekonomi," katanya di Jakarta, Kamis.
Situasi itu, lanjut dia, memberi dampak positif bagi fluktuasi rupiah sehingga kembali bergerak di area positif.
Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menambahkan penguatan rupiah berlanjut merespon mata uang China yang terapresiasi. "Mata uang yuan China yang positif berimbas pada sejumlah mata uang di kawasan Asia lainnya, termasuk rupiah," katanya. Meski demikian, ia mengingatkan, agar pelaku pasar tetap mewaspadai berbagai macam sentimen yang dapat membuat laju rupiah tertahan.
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.