
DPRD Soroti Realisasi Program Gernas Kakao Polman

Polman, Sulbar (ANTARA Sulsel) - DPRD Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), menyoroti realisasi program Gernas Kakao di wilayah itu.
Anggota Komisi B DPRD Polman, Abdul Halim, di Polman, Minggu, mengatakan, banyak laporan yang diterima dari masyarakat berkaitan dengan penyimpangan dalam pelaksanaan program Gernas kakao di daerah itu.
"Penyimpangan tersebut berkaitan dengan jumlah bantuan yang diberikan kepada petani, dan ada juga penyimpangan petunjuk teknis," ungkapnya.
Ia mengatakan, bantuan yang diterima oleh setiap gabungan kelompok tani (gapoktan) di tiap daerah bermacam-macam, mulai dari Rp2.000 hingga Rp3.000.
Padahal, kata dia, sesuai dengan perjanjian yang ditandatangani oleh petani, bantuan tersebut sebesar Rp5.000.
Ia menambahkan, di beberapa daerah, seperti Kecamatan Luyo, bahkan masih terdapat kelompok tani yang belum mendapatkan bantuan peralatan berupa gunting pangkas dan alat lainnya
Selain itu, upah yang seharusnya diperoleh petani dalam melakukan sambung samping pun tidak seragam, ada yang hanya mendapatkan Rp500 rupiah per entris, dan ada pula yang mendapatkan Rp1.000.
Hal ini sangat disayangkan, mengingat jangka waktu pelaksanaan program gernas tahun pertama sudah hampir habis.
"Kondisi ini jelas meresahkan masyarakat, sehingga harus disikapi dengan segera," imbuhnya.
Untuk itu, dalam waktu dekat ini, DPRD Polman akan memanggil pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Polman untuk dimintai keterangannya berkaitan dengan situasi ini.
(T.PSO-103/S016)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
