Wapres JK sarapan pagi bersama MWA Unhas

id wapres,jk,unhas,wma unhas

Wapres JK (tiga kiri) sarapan bersama Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Hasanuddin di Kediaman JK di Jalan Haji Bau Makassar, Minggu. (Foto istimewa)

Makassar, 20/1 (ANTARA News) - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyempatkan diri sarapan pagi bersama Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Hasanuddin(Unhas) di Makassar, Sulawesi Selatan.

Direktur Komunikasi Unhas, Suharman Hamzah, PhD di Makassar, Minggu, mengatakan kesempatan pertemuan itu sekaligus dimanfaatkan untuk mendiskusikan pengembangan Unhas kedepan.

 "Selaku Ketua IKA Unhas, Bapak Jusuf Kalla secara ex-officio adalah anggota MWA Unhas. Sarapan pagi dengan suasana santai itu dilaksanakan di kediaman pribadi Bapak JK di Haji Bau," katanya.

Diskusi semakin hangat saat Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina meminta dukungan untuk target 2019.

Wapres dan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, menurut dia, mengaku siap mendukung untuk terus membantu dan mengarahkan Unhas menuju target, bahkan melebihi yang telah ditetapkan kementerian. 

Rektor Unhas menyampaikan optimismenya bahwa Unhas akan semakin menunjukkan kontribusinya kepada pengembangan pendidikan tinggi serta kemaslahatan masyarakat.

Dengan dukungan organ MWA tentunya akan menjadi penyemangat untuk mewujudkan target Unhas sebagai perguruan tinggi papan atas di level nasional maupun internasional.

Sebagai organ pengambil keputusan tertinggi pada perguruan tinggi negeri badan hukum, MWA memiliki fungsi strategis dalam pengembangan perguruan tinggi.

Demikian pula halnya dengan Unhas, sebagai PTN badan hukum, MWA memiliki posisi strategis untuk menjadikan Unhas sebagai PTN terkemuka di dunia. 

Sebagaimana aturan statuta Unhas, anggota MWA Unhas terdiri unsur ex-officio, masyarakat, dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa.

Organ tertinggi di Unhas ini memiliki tugas menetapkan, memberikan pertimbangan pelaksanaan kebijakan umum, dan melaksanakan pengawasan di bidang nonakademik.
Pewarta :
Editor: M Darwin Fatir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar