JK: kondisi Bendungan Bili-bili tidak masalah

id HM Jusuf Kalla, Wakil Presiden, Bendungan Bili-bili, kondisi baik

Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla (kanan) disela-sela peninjauan ke Bendungan Bili-bili, Kabupaten Gowa, Sulsel pada Minggu (27/1). (Humas Wapres)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla (JK) mengatakan sudah mengunjungi Bendungan Bili-Bili di Kabupaten Gowa dan menyebutkan tidak ada masalah yang perlu evaluasi di tempat tersebut.

"Jadi bendungan yang ada tidak ada soal kecuali sedimentasi karena di situ ada kapal keruk sebenarnya," katanya usai memimpin rapat penanggulangan bencana yang dilaksankan di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan di Makassar, Minggu.

Soal sedimentasi, kata dia, dikarenakan terjadinya kerusakan lingkungan di daerah hulu sehingga itu sudah merupakan sebab akibat.

Artinya meskipun air naik tidak terlalu besar tapi langsung meluber. Untuk itu maka bagian atas memang harus diperbaiki kemudian.

Ia menjelaskan, pengerukan ?juga tidak akan maksimal jika kondisi bagian atas mengalami persoalan. 

"Tetapi akan ada lagi bendungan baru yang harus dibikin yang namanya Bendungan Jene`lata. Sudah di rencanakan mudah-mudahan tahun ini bisa mulai pekerjaan," ujarnya.

Sementara untuk target penyelesaian kerusakan akibat bencana alam yang melanda sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan, dirinya menhaku butuh waktu yang lebih lama.

"Ini (perbaikan) akan makan tempo ?dan butuh waktu tiga tahun. Karena itu baru dibibitkan (pohon reboisasi) lalu kemudian ?ditanami. Tapi harus dari sekarang Gubernur dan BNPB termasuk dari kehutanan tentu sama-sama akan memperbaiki lingkungan daerah aliran sungai (DAS)nya Bawakaraeng," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan fokus untuk ?maslaah kerusakan di hulu di DAS Bawakaraeng.

"Karena itu maka harus kita perbaiki baik secara aturan siapa yg melanggar, yang bikin katakanlah taman-taman yg tidak sesuai untuk dicabut," ujarnya.

Kedua daerah-daerah yang ketinggian tapi ditanami tanaman yang bisa menimbulkan longsor kayak jagung akan diusahakan diganti dengan tanaman keras yg membantu lingkungan.

"Nanti Gubernur dan BNPB tentu akan membantu. kemudian kerusakan-kerusakan yang terjadi akan dibantu sesuai dengan aturan yang ada," ujarnya.
 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar