Pemkab Bantaeng ajak BPS sinkronkan data

id pemkab bantaeng,diskominfo bantaeng,bps,sinkron data,hartwan zainuddin

Suasana FGD yang digelar Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Bantaeng untuk mensinkronkan data, di ruang pola kantor Bupati Bantaeng, Senin (11/2/2019). (FOTO/Humas Pemkab Bantaeng)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) mengajak Badan Pusat Statistik (BPS) setempat untuk mensinkronkan data-datanya yang akan disajikan kepada semua pihak.

"Hari inu kami menggelar fokus grup diskusi dengan menggandeng (FGD), di ruang pola kantor Bupati Bantaeng Badan Pusat Statistik (BPS) Bantaeng agar data-data yang keluar itu seragam dan valid," ujar Kepala Dinas Kominfo Bantaeng, Hartawan Zainuddin memanggapi sinkronisasi data BPS, Senin.

Ia mengatakan tujuan dari FGD untuk menjalin data yang sinkron dan valid di semua jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang ada di Bantaeng.

Hartawan menyatakan data pada publikasi Bantaeng dalam angka 2019 ini penting disinkronkan agar benar-benar valid. Data-data ini, kata dia, akan menjadi dasar pemerintah untuk mengambil keputusan dan kebijakan.

Dia mengatakan, tahun ini, pemerintah akan dilibatkan dalam proses pendataan itu karena sudah ada forum data untuk bersama-sama menelaah data yang telah ada.

"Ini demi mendapatkan hasil yang lebih valid dan akurat," jelas dia.

Hartawan mengatakan, FGD ini dilakukan untuk mendudukkan bersama strategi untuk mengumpulkan data. Setelah proses FGD ini, seluruh OPD yang terkait bisa mendownload tabel nya.

"Insyaallah semua data akan rampung 11 Maret mendatang. Inilah yang akan kita publikasi sebagai data Bantaeng dalam angka," jelas dia.

Kepala BPS Bantaeng, Arifin mengatakan, publikasi Bantaeng dalam angka adalah salah satu produk yang diterbitkan BPS setiap tahunnya. Dia menyebut, masih ada produk lainnya seperti data PDRB, Data survei dan data statistik sektoral.

Dia berharap melalui FGD ini data BPS bisa menjadi lebih valid dan akurat. Dia juga berharap data-data ini bisa terbit lebih awal agar bisa dijadikan dasar untuk menyusun perencanaan.

"Dengan pertimbangan itu, kami mengumpulkan OPD yang menjadi sumber data mencari solusi ini bsa kita carikan lebih tepat, sehingga data itu bisa kita sajikam tepat waktu," ucapnya.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar