Logo Header Antaranews Makassar

Relawan minta akses pendidikan pada debat Capres

Minggu, 17 Februari 2019 19:35 WIB
Image Print
Spanduk pasangan Capres yang terpajang di salah satu lokasi kegiatan nonton bareng (nobar) debat Capres 01 dan 02 yang digelar Minggu (17/2) malam di Makassar, Minggu (Foto Istimewa).

Makassar (Antaranews Sulsel) - Relawan pendidikan berharap akses pendidikan disamakan dari sisi pembangunan infrastruktur antara desa dan kota, agar masyarakat di desa-desa terpecil lebih mudah mengakses pendidikan.

Hal tersebut dikemukakan salah seorang relawan dari Komunitas Sikola Inspirasi Alam Satriani Muliadi jelang debat Calon Presiden (Capres) kedua, Minggu.

Menjadi relawan pendidikan, mantan Ketua Sikola Inspirasi Alam 2018 mengisahkan, komunitasnya menjamah dan membantu proses belajar-mengajar di sekolah terpencil setiap tahunnya dengan sekolah yang sangat susah aksesnya.

"Masih banyak sekolah yang sangat susah aksesnya. Tidak seperti di kota. Padahal anak-anak di kota dan desa sama banyaknya," kata Ria sapaannya.

Sebagai gambaran di SD Cindakko Dusun Cindakko Desa Bonto Somba, Kecamatn Tompo Bulu, Kabupaten Maros tahun lalu. Hanya memiliki dua kelas, sekolah ini merupakan sekolah jarak jauh dari SD 246 Bonto-bonto. Itupun dibentuk berkat usulan seorang guru honorer bernama Idris pada 2008.

Inisiatif tersebut muncul karena kekhawatiran Idris terhadap pendidikan sekitar 80 anak yang berdomisili di atas gunung, dengan medan yang sangat sulit nan jauh untuk bisa sampai ke sekolah.

Akses menuju sekolah ini bukanlah hal yang mudah, harus melalui rawa dan delapan anak sungai berjarak sejauh 7 kilometer dengan waktu tempuh 2 sampai 3 jam. Hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki, star dari Kampung Baru Desa Bonto Somba.

"Jika musim hujan tiba, kita tidak bisa naik ke atas. Air di sungai-sungai meluap dan kita harus menyeberanginya," ujarnya.

Menurut Ria, di era keterbukaan informasi seperti sekarang seharusnya tidak lagi ada hambatan dan alasan pemerintah untuk mencapai daerah terpencil.

Pemerintah pusat hingga ke tatanan desa harusnya lebih kompak melakukan pembangunan infrastruktur, seperti jalan, layanan pendidikan dan kesehatan, utamanya di desa-desa terpencil.

"Pendidikan semestinya perlu disamaratakan, karenanya semua pihak harus terlibat. Kita berharap kedua Capres bisa lebih memperhatikan kondisi akses jalan dari daerah kecil ke daerah terpencil lainnya," harapnya.



Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026