Logo Header Antaranews Makassar

UIN Makassar gelar diskusi pariwisata halal

Kamis, 21 Februari 2019 15:33 WIB
Image Print
Logo UIN Alauddin Makassar (Isimewa)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Forum Kajian Ekonomi Syari'ah (Forkeis) Universitas Islam Alauddin (UIN) Alauddin Makassar akan menggelar diskusi yang bertemakan "Pariwisata Halal di Sulsel: Berpotensi Dikembangkan atau Hanya Sekedar Wacana", yang dilaksanakan pada 25 Februari 2019.

"Kegiatan forum diskusi ini akan melibatkan para panelis dari berbagai kalangan dan tujuannya untuk mengkaji seberapa besar potensi pariwisata halal yang dapat diharapkan untuk memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah Sulawesi Selatan," kata Ketua Panitia Pelaksana 'One Decade' Forkeis UIN Alauddin Makassar Muhammad Yasin Suqri di Makassar, Kamis.

Ia menyebutkan para panelis yang terlibat dalam forum diskusi tersebut antara lain unsur HIPMI, Bank Indonesia/perbankan, MUI, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, IAEI, MES dan aktivis Walhi.

Suqri juga menjelaskan selain diskusi pariwisata halal sebagai kegiatan 'sharia economic forum', juga akan digelar ragam kegiatan unggulan lainnya yang dikemas dalam 'one decade' Forkeis dalam rangkaian perayaan hari jadinya ke-10, dengan mengusung tema "Adikarya 2019".

Kegiatan unggulan ini untuk membantu membumikan ekonomi syari'ah antara lain juga Gerakan Menabung di Bank Syari'ah, Launching Majalah, Temu Ilmiah Regional VII, tabligh akbar, dan reuni akbar.

Ia menambahkan khusus gerakan menabung di Bank Syari'ah kembali diusung pada perayaan hari jadi Forkeis tahun ini bertujuan mengajak dan meningkatkan minat masyarakat untuk menabung di bank tersebut, dengan dasar prinsip bagi hasil yang memberikan alternatif yang saling menguntungkan bagi masyarakat dan bank.

"Kegiatan lain juga launching majalah 'Infes (Info Ekonomi Syari'ah)' untuk memasifkan dakwah ekonomi syari'ah melalui media cetak," ujarnya.

Pelaksanaan One Decade Forkeis selama sepekan ini, kata dia, akan diawali dengan kegiatan Tabligh Akbar di Masjid Agung Syech Yusuf di Gowa pada Jumat (22/2) pagi.

Selain itu juga kegiatan Temu Ilmiah Regional VII sebagai ajang silaturahmi antarkader kelompok studi ekonomi Islam dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan dan Papua.

"Forum ilmiah ini juga untuk menyalurkan gagasan dan masukan bagi para pelaku ekonomi di Sulsel, khususnya pemerintah dan pengusaha dalam bentuk karya tulis ilmiah dan 'sharia bisnis plan', sekaligus juga menjadi media untuk mendakwahkan serta mengedukasi masyarakat tentang ekonomi Islam," ujarnya.

Suqri menjelaskan bahwa Forkeis yang merupakan wadah pengkajian ekonomi syari'ah dari Kelompok Studi Ekonomi Islam yang lahir di UIN Alauddin Makassar tahun 2009 itu, selain menfasilitasi mahasiswa untuk dapat mengembangkan ekonomi syari'ah, juga turut menggandeng berbagai organisasi intra dan ekstra di kampus tersebut.



Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026