Logo Header Antaranews Makassar

Bupati Bantaeng : 2010 Eranya Petani

Selasa, 8 Desember 2009 23:59 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah benar-benar memanjakan petani. Buktinya, APBD 2010 yang sangat berpihak ke sektor pertanian, 2010 eranya petani, terutama pertanian produktif seperti pengembangan benih, penanaman apel dan strawberry serta jenis tanaman lainnya.

Bupati bahkan menyebut mulai 2010 akan dikembangkan tanaman asal Australia yang hanya dua tahun sudah bisa panen. Tanaman tersebut dimaksudkan untuk memasok kebutuhan pembangkit listrik yang akan dibangun di Bantaeng kerjasama pemerhati lingkungan dari Green World.

Usai menyaksikan alih teknologi melalui proses penyambungan pohon apel di Muntea, Desa Bontolojong, Kecamatan Ulu Ere, Selasa, Bupati yang didampingi Kabid Hortikultura Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantaeng Ir H Suaib mengatakan, fokus ke sektor pertanian dilakukan sebagai jawaban atas adanya kekhawatiran krisis pangan.

Sebagai negara agraris, Bantaeng yang 70 persen penduduknya berpenghasilan dari sektor pertanian harus bisa mengambil peran penting. Untuk itu, Pemerintah harus bisa mengawal sektor ini dengan baik dan secara konsisten agar memberi kemakmuran.

"Selain kita harus bisa menjaga ketahanan pangan kita, juga bila lebih kita akan menjadi penyanggah kebutuhan hidup tersebut," jelasnya.

Tentang penetapan Kecamatan Ulu Ere sebagai sentra pengembangan hortikultura, Bupati mengatakan, selain dimaksudkan sebagai kawasan agro wisata juga berfungsi sebagai konservasi.

Ia kemudian menyambut baik kedatangan Kelompok Tani Makmur Abadi untuk melihat langsung kondisi tanaman apel di Muntea.

Petani apel dari Kota Batu ini memantau langsung pertumbuhan tanaman apel sebagai bagian dari kerjasama yang sudah terjalin dalam setahun terakhir.

Untuk pengembangan tanaman ini, Bantaeng menyiapkan 20-30 Ha untuk 20 ribu tanaman. Berdasarkan pemantauan Kelompok Tani Makmur Abadi, pertumbuhan apel Muntea lebih baik dari yang ada di Kota Batu.

"Tanah kita lebih subur dan belum terjamah pestisida. Karena itu, petani harus bisa menjaga tanamannya, jangan sampai menggunakan pupuk yang justru menjadi racun terhadap tanah yang digunakan selama ini," urainya.

Bupati Bantaeng juga mengingatkan petani agar bisa memelihara tanamannya dengan baik, karena tanaman apel dan strawberry membutuhkan perhatian yang lebih dibanding tanaman lainnya.

"Menanam itu mudah, tapi memelihara biasanya sulit. Makanya, teknologinya harus dikuasai agar petani tetap bersemangat. Bila petani tetap bersemangat, maka kehadiran apel dan strawberry akan menumbuhkan ekonomi masyarakat," tuturnya.

"Insya Allah, dalam 2-3 tahun ke depan, buah yang banyak disenangi masyarakat itu akan menjadi ikon daerah ini karena pada saat itu Bantaeng sudah menjadi sentra pengembangan apel dan strawberry di kawasan timur Indonesia," tambah Bupati Bantaeng.

(T.PSO-099/F003)