Liestiaty Nurdin Ingatkan Bahaya Kanker pada IMFEX 2019

id imfex,Indonesia Moslem Fashion Expo,Liestiaty F Nurdin,Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga,kanker,makassar

Ketua TP-PKK Sulawesi Selatan, Liestiaty F Nurdin (empat kiri) memukul gendang saat membuka Indonesia Moslem Fashion Expo (IMFEX) 2019 di Makassar, Kamis (14/3/2019). ANTARA Foto/NS Wardyah

Makassar (ANTARA) - Indonesia Moslem Fashion Expo (IMFEX) 2019 telah resmi dibuka Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sulawesi Selatan, Liestiaty F Nurdin.

Pembukaan IMFEX 2019 ditandai dengan pemukulan gendang oleh Liestiaty didampingi General Manager Claro Hotel di Makassar, Kamis.

Pada kesempatan tersebut, Liestiaty bukan hanya mengapresiasi even busana fashion muslimah ini, tapi juga mengingatkan kepada pengunjung yang didominasi kaum Hawa untuk "sadari" (sadar diri) dalam rangka mencegah penyakit kanker.

Menurutnya, kaum Hawa sangat rentan terkena jenis penyakit ini, sehingga segera harus ditangani melalui check up rutin oleh dokter. Apalagi penyakit ini bisa berakibat fatal jika lambat ditangani.

"Di sini juga ada dari yayasan kanker, jadi saya meminta ibu-ibu untuk selalu check up," imbaunya.

Menurut dokter, kata Lies sapaannya, kanker payudara tidak mudah dan bisa dideteksi hanya dengan mata namun harus memeriksakan diri ke dokter. Sebab kanker baru bisa terasa maupun terlihat jika stadium 3 atau 4.

"Kelihatan perubahan sedikit harus cepat, karena jika masih stadium 1 dan 2, insyaAllah masih bisa dibantu," katanya.

Owner Art Pro selaku pelaksana even, Andi Dian Tjenning Pamai membenarkan hal ini, bahwa terdapat stand yayasan kanker yang memberikan pelayanan kesehatan kepada pengunjung.

"Jadi di sana kita bisa periksakan kesehatan, ada dokter disiapkan dan itu free," katanya.

Pemeriksaan kesehatan khususnya pada pencegahan kanker payudara dan serviks harus lebih dini dilakukan oleh kaum perempuan. Sebab sampai saat ini Makassar menjadi wilayah dengan penderita kanker yang masih tinggi di Indonesia.
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar