Logo Header Antaranews Makassar

Pasokan Kembang Api di Makassar Berkurang

Minggu, 27 Desember 2009 12:12 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pasokan kembang api di Makassar tahun ini berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kurangnya pasokan barang tersebut berpengaruh pada jumlah pedagang kembang api di Makassar.

"Biasanya sepanjang jalan Pettarani ini pedagang kembang api sudah mulai bermunculan," ujar salah satu pedagang kembang api, Nurlia di Makassar, Sabtu.

Ia mengaku, sudah empat tahun ini berjualan kembang api setiap menjelang malam pergantian tahun namun baru tahun ini pasokan barang tidak terlalu banyak.

"Jumlah barang yang dititipkan oleh penyalur hanya 1.000 biji untuk semua jenis kembang api," jelasnya.

Kembang api dijual mulai dari Rp25 ribu yang menghasilkan lima kali letusan, delapan kali letusan kecil Rp30 ribu, delapan kali letusan besar Rp120 ribu dan kembang api meriam Rp200 ribu per satuannya.

Diperkirakan turunnya jumlah pasokan barang ini juga karena penyalur tidak banyak mempercayakan surat ijin penjualan kembang api kepada pengecer yang diterbitkan oleh kepolisian daerah (Polda) Sulsel.

Kemungkinan, katanya, baru pada malam pergantian tahun pedagang lainnya baru bermunculan. "Yang berjualan kembang api di pinggir jalan ini bisa mencapai 20 pedagang, Itu pun saya percayakan pada keluarga supaya tidak bermain harga," katanya.

Ia mengaku, keuntungan menjual kembang api mencapai Rp20 ribu per hari dari keuntungan Rp1.000 hingga Rp2.000 per satuan kembang api.

Kebanyakan warga juga baru akan membeli saat malam pergantian malam tahun baru. "Biasanya warga membeli kembang api dulu di sini baru ke Pantai Losari untuk merayakan malam pergantian tahun," katanya.

(T.PSO-100/F003)