31 sekolah di Sulsel gunakan sistem luring

id PPDB Sulsel 2019, sistem offline ppdb Sulsel

Ilustrasi - Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 11 Makassar di hari pertama PPDB, Senin 17 Juni 2019. ANTARA Foto/HO/Kepala SMA 11 Makassar

Makassar (ANTARA) - Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan merilis 31 sekolah masih menggunakan sistem di luar jaringan atau luring (offline) pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sulsel 2019 untuk tingkat SMA dan SMK.

Wakil Ketua Panitia PPDB Sulsel Asqar di Makassar, Kamis mengemukakan puluhan sekolah tersebut masih sangat sulit diakses jaringan internet sehingga dikategorikan sebagai sekolah dengan kawasan remote area.

"Memang ada di dalam pergub terdapat 31 sekolah yang termasuk remote area, tidak bisa diakses internet sama sekali. Seperti Luwu Utara dan Kabupaten Kepulauan Pangkep (Pangkajene Kepulauan)," ucapnya.

Meski demikian, pelaksanaan PPDB sistem luring ini tetap sesuai dengan jadwal sistem daring, yakni 17-21 Juni dan pengumuman akan dilakukan pada Sabtu, 22 Juni.

Sekolah remote area ini terdapat di 13 kabupaten se Sulsel, masing-masing ialah lima SMA Kabupaten Kepulauan Selayar, satu SMA Kabupaten Gowa, satu SMKN Kabupaten Sinjai dan satu SMAN Kabupaten Maros.

Selain itu juga terdapat dua SMAN Kabupaten Enrekang, dua SMAN Kabupaten Luwu, satu SMA Kabupaten Luwu Timur, tiga SMAN Kabupaten Luwu Utara, tiga SMAN dan satu SMKN Kabupaten Toraja Utara, dua SMAN Kabupaten Tana Toraja, 11 SMA Kabupaten Pangkajene Kepulauan  dan dua SMAN Kabupaten Takalar.

"Ditambah masing-masing satu SMA dan SMK di Kabupaten Bone. Semuanya beralamat di Kecamatan Ponre," ucap Ketua UPT Pelayanan Tekhnologi dan Informasi Pendidikan Disdik Sulsel ini.

Sebagai upaya antisipasi terhadap jaringan internet, Disdik Sulsel juga menjalin kerja sama dengan perusahaan telekomunikasi, dalam hal ini ialah PT Indosat.

Salah seorang perwakilan dari PT Indosat, Latanro menjelaskan, saat ini pihaknya terus menjaga jaringan agar tetap dalam kondisi on selama proses PPDB berlangsung.

"Kami jaga jaringannya dan antisipasi, yang penting jaringan ini prosesnya bisa terjaga dan on terus selama PPDB," katanya.

Menurutnya, kerja sama yang dijalin Disdik Sulsel dengan Indosat bukan berarti calon peserta didik maupun operator hanya bisa menggunakan jaringan indosat.

"Kami membebaskan operator dan calon didik menggunakan jaringan apapun. Kita tidak hanya terbatas di Indosat, kami bukakan online agar semua jaringan bisa digunakan," ucapnya.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar