Tim KARS lakukan survei akreditasi di RSKD Dadi Makassar

id RSKD Dadi, Akreditasi RSKD Dadi, SNARS RSKD Dadi, survey akreditasi RSKD Dadi,tim kars

Tim Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) foto bersama pihak RSKD Dadi Sulsel saat melakukan pemantauan di ruang keperawatan beberapa waktu lalu. ANTARA Foto/HO/Humas RSKD Dadi

Makassar (ANTARA) - Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi atau jiwa Makassar, Sulawesi Selatan untuk pertama kalinya melalui tahapan awal survei akreditasi setelah penantian yang sangat lama.

"Ini akreditasi pertama dan kami memang sudah cukup lama mempersiapkan segala halnya terkait kelengkapan akreditasi," ungkap Plt Direktur RSKD Dadi, dr Arman Bausat di Makassar, Senin.

Berdasarkan keterangannya, proses akreditasi telah berlangsung selama lima hari dimulai Selasa 18 Juni 2019 hingga 22 Juni 2019.

Survey akreditasi tersebut menghadirkan enam orang dari Tim Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) yang melakukan proses akreditasi di RSKD Dadi, yakni dr. Lina Julianty Prijatno, Sp.M, MM,PhD selaku Ketua Tim, dr. Liestija Rini Darjanty, M.Kes, dr. Is Sarifin, Sp.B, Drs. A.A. Raka Karsana, Apt, M.Biomed, Jumah, Ners, M.Kep dan Juva Manurung, Skp, MKM.

Dr Arman mengemukakan bahwa satu tahun kepemimpinannya, RSKD Dadi telah berbenah diri pasca 20 tahun vakum. Olehnya, dengan berbagai pengalaman memimpin di rumah sakit (RS) provinsi lainnya, hal sama juga dilakukan di RS serupa.

"Perbaikan pada wajah manajemen, SDM dan infrastruktur untuk perbaikan layanan mulai ditata, meski hal tersebut tidak serta merta berubah 100 persen sesuai yang diinginkan," ungkapnya.

Baca juga: Alihfungsi RSKD Dadi jadi RSKD Kanker Sulsel sedang dikaji

Meski demikian, Dr Arman menyatakan proses akreditasi tersebut memberikan efek positif bagi jajarannya untuk lebih menyempurnakan perbaikan dan penataan layanan yang lebih prima kepada masyarakat.

Ketua Tim Akreditasi, dr Lina Julianty Prijatno menyampaikan, sehubungan dengan telah ditetapkannya survei akreditasi Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) Edisi 1 pada 8 Agustus 2017, maka telah dirumuskan Persyaratan Akreditasi Rumah Sakit (PARS).

Baca juga: RSKD Dadi target raih akreditasi Maret 2019

"Yaitu perlu adanya core standar yang tanpa pemenuhan standar tersebut maka kelulusan tidak bisa dicapai oleh rumah sakit,” ungkapnya.

Menurutnya, sebuah RS dalam memcapai prestasi akreditasi dibutuhkan komitmen bersama antara pemilik, pimpinan dan manajemen serta seluruh karyawan dalam meningkatkan mutu layanan dan pasien safety di RS.

Saat penelusuran di RSKD Dadi, para surveiyor KARS didampingi Ketua Akreditasi RSKD Dadi, dr irma Santy SpKj.

dr Irma menuturkan bahwa ia bangga atas semangat semua tim Pokja akreditasi terlebih para karyawan RSKD Dadi yang sangat antusias menyambut proses penilaian Akreditasi SNARS edisi 1 tersebut.

"Saya ucapkan terimakasih kepada rekan-rekan yang telah bekerja untuk perbaikan kualitas RS dalam rangka perbaikan layanan kepada masyarakat Sulsel," ungkapnya.

Dia berharap survei akreditasi menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan di RSKD Dadi dan memberikan hasil yang sesuai dengan kualitas RSKD Dadi sesungguhnya.
Tim Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) foto bersama pihak RSKD Dadi Sulsel usai melakukan proses survey akreditasi selama lima hari di RSKD Dadi Sulsel beberapa waktu lalu. ANTARA Foto/HO/Humas RSKD Dadi
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar