
Warga Pesisir Makassar Siapkan Stok Sembako

Makassar (ANTARA Sulsel) - Warga pesisir yang bermukim di sejumlah pulau yang berada di Wilayah Kota Makassar, menyiapkan stok sembako untuk mengantisipasi kekurangan sembako pada musim hujan yang disertai angin kencang.
"Sekarang hujannya belum turun terus-menerus, jadi kami masih bisa ke kota membeli persediaan sembako menghadapi musim hujan yang diperkirakan mulai deras Januari - Februari 2009 mendatang," kata salah seorang warga Pulau Lumu-Lumu, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, Arifuddin di Makassar, Selasa.
Menurutnya, pada musim hujan yang disertai ombak besar, warga pesisir hanya berdiam di rumah, tidak turun melaut. Sementara untuk mendapatkan pasokan sembako dari Kota Makassar yang jarak tempuhnya sekitar empat jam dengan kapal motor, sangat sulit.
Karena itu, lanjutnya, warga yang berada di Pulau Lumu-Lumu demikian pula dengan pulau-pulau tetangganya seperti Pulau Kodingareng Keke, Pulau Liukang dan Pulau Barrang Lompo, pada akhir tahun ini berbelanja ke kota.
Banyaknya pembeli yang merupakan warga pesisir Kota Makassar, diakui para pedagang di pasar kaget sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere dan Pelabuhan Rakyat Paotere.
"Pembeli dari pulau rata-rata membeli satu hingga dua karung beras yang per karung berisi 50 kilogram (kg)," jelas salah seorang pedagang beras di Jalan Sabutung, Makassar, H Rani.
Hal senada dikemukakan pedagang telur ras, H Sakka di lokasi yang sama. Menurutnya, warga pulau umumnya membeli telur ras dua hingga tiga kg sebagai persediaan pada musim hujan. Meski ada peningkatan pembelian, namun harga telur ras rata-rata dijual Rp15 ribu per kg.
"Ini karena harga telur yang diperoleh dari pedagang (distributor) tidak ada kenaikan, jadi kami juga tidak menaikkan harga," katanya.
(T.K-SUR/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
