
Apegti : Mesin PTPN XIV Harus Diganti

Makassar (ANTARA News) - Asosiasi Pengusaha Gula dan Terigu(Apegti) Sulawesi Selatan menilai mesin operasional yang terdapat dipabrik gula PT. Perkebunan Nasional (PTPN) XIV sudah harus diganti.
"Mesin-mesinPTPN sebaiknya direvitalisasi, sebab kemampuan produksinya sangatmemprihatinkan," kata Ketua DPD Apegti Sulsel, Idris Manggabarani, diMakassar, Sabtu.
Menurut dia, alokasi bantuan dana perbaikankualitas produksi dari pemerintah dinilai belum cukup untuk membenahiproduksi pabrik gula PTPN XIV.
"PTPN tidak hanya butuh injeksi(suntikan) dana saja, tetapi PTPN juga membutuhkan peremajaan mesinyang telah berumur 30-40 tahun dengan mesin berteknologi tinggi,"ucapnya.
Dia menilai kondisi mesin-mesin pabrik gula PTPN saatini sudah tidak mampu bekerja optimal, karena biaya pemeliharaanmesin-mesin produksi cukup tinggi.
Produksi gula PTPN XIV selamaini hanya mampu sebesar 30-35 ribu ton per tahun, padahal kebutuhangula Sulsel mencapai 150 ribu ton per tahun.
"Belum lagikualitas produksi gula PTPN yang agak basah dan berwarna cokelat tidakterserap di pasar konsumsi masyarakat Sulsel," ujarnya.
Sejauhini, lanjutnya, gula rafinasi masih mendominasi pasar tradisional danindustri di Sulsel dibandingkan dengan produk gula lokal.
"Harusdiakui jika gula rafinasi di daerah ini masih mendominasi karenaproduksi gula lokal belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi di Sulsel,"katanya.
Keberadaan industri gula rafinasi Makassar Tene diakui cukup membantu untuk menutupi kebutuhan gula kristal di Sulsel.
Hanya saja, produksi gula ini tidak bisa dipasarkan secara umum, karena tidak bisa dikonsumsi terlalu lama.
Selainitu, masyarakat Sulsel juga masih menunggu kebijakan pemerintahmengeluarkan izin impor gula, menyusul Sulsel akan mendapatkan alokasigula impor sekitar 50 ribu ton pada tahun ini.
Dia mengharapkankondisi politik nasional bisa kembali normal, sehingga pemerintah dapatmelakukan percepatan penerbitan kebijakan impor gula.
Stok guladi Sulsel, lanjutnya, cukup memprihatinkan, karena ketersediaan gulatidak mampu lagi mencukupi kebutuhan selama dua bulan ke depan.(T.PK-HK/E011)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
