Makassar (ANTARA) - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Wilayah XIV menargetkan mampu menghasilkan sebanyak 21.700 ton gula di Pabrik Gula (PG) Takalar untuk memenuhi kekurangan stok bagi kebutuhan pasar di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).
"Dengan pemenuhan target ini, harapan atas upaya PTPN XIV untuk memperbaiki kondisi perusahaan dengan memulai giling mendapatkan ridho Allah SWT, sehingga perusahaan bisa bangkit ke arah yang lebih baik lagi," papar Direktur PTPN XIV Ryanto Wisnuardhy, Kamis.
Ia juga memberikan semangat kepada seluruh karyawan Pabrik Gula Takalar untuk menjalankan kinerja dengan baik agar proses penggilingan berjalan aman dan lancar.
SEVP Operation, Edy Piter juga menyampaikan bahwa tahun 2019 PG Takalar berhasil mencapai rendemen tertinggi, pencapaian itu diharapkan dapat dipertahankan untuk giling tahun ini.
"Dengan terpenuhinya target giling sebanyak 21.700 ton gula, bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat di Kabupaten Takalar dan Sulawesi Selatan pada umumnya termasuk kesejahteraan karyawan dan karyawati PG Takalar, " harapnya.
Dengan performance pabrik saat ini, kata dia, manajemen PTPN XIV optimistis dapat mencapai target produksi gula tahun ini sebanyak 21.700 ton yang dihasilkan dari 250.000 ton tebu giling. Dengan kapasitas giling sebesar 2.400 ton tebu per hari maka giling direncanakan berlangsung selama 104 hari.
Untuk mencapai target produksi, lanjut dia, berbagai strategi telah dilakukan antara lain perbaikan tanaman, pabrik, efisiensi residu, memperkecil jam berhenti pabrik dan optimalisasi kinerja lainnya.
"Walaupun dengan segala keterbatasan seperti kondisi pandemi Covid-19, manajemen PTPN XIV tetap melaksanakan giling dengan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan," katanya.
Menurut dia, sejak dibuka di tahun 1982, PG Takalar terus beroperasi meskipun dengan berbagai hambatan baik internal maupun eksternal. Namun, keteguhan perusahaan milik negara untuk terus menjalankan usaha di daerah ini adalah bagian penting dari pembangunan daerah Kabupaten Takalar.
"Semoga PG Takalar sukses melaksanakan giling, dan mengembalikan masa kejayaan di tahun 1993 dan tahun 1994 dengan rendemen tertinggi se Indonesia (9,5) dan produksi gula mencapai 31.000 ton gula," papar Edy.
Sebelumnya, guna memastikan proses giling berjalan dengan lancar, SEVP Operation dan SEVP Business Support didampingi BOD -1 kantor direksi telah meninjau pabrik yang sudah mulai berjalan.
Proses penggilingan dimulai pada Rabu, 24 Juni 2020 dengan acara seremonial sederhana tapi bermakna di PG Takalar. Diawali dengan iring-iringan tebu manten yang dibawa oleh sepasang pemuda berpakaian adat pengantin khas Bugis Makassar dan diikuti beberapa orang memegang tebu menuju ke cane yard diiringi musik khas Sulsel.
Acara buka giling PG Takalar PTPN XIV, dihadiri SEVP Operation, SEVP Bussines Support, Kapolres Takalar, Muspida dan aparat desa setempat, BOD-1 Kantor Direksi PTPN XIV serta undangan lainnya.
Setelah pembacaan doa, dilaksanakan pelemparan tebu manten secara simbolis ke dalam gilingan yang diawali oleh SEVP Operation, SEVP Business Support dan dilanjutkan undangan yang hadir.

