
Jelang Maulid Harga Telur Naik di Pasaran

Makassar (ANTARA News) - Menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW, harga telur ayam ras dan telur bebek naik sedikitnya 10 persen dari harga sebelumnya.
"Kalau sebelumnya, harga telur ayam ras ukuran besar Rp900 per butir, kini sudah Rp1.000 per butir, sedang telur bebek Rp1.000 per butir naik menjadi Rp1.200 per butir," kata salah seorang pedagang di Pasar Terong H Dahang di Makassar, Senin.
Dia mengatakan, kenaikan harga telur itu dipicu karena tingkat kebutuhan telur cenderung tinggi menjelang peringatan Maulid, sehingga produsen dan distributor menaikkan harga.
"Karena adanya kenaikan harga yang diperoleh dari distributor, terpaksa pedagang pengecer juga menaikkan harga," katanya.
Hal serupa juga diakui pedagang telur di Pasar Sentral Kabupaten Maros, Sulsel yang lokasinya bertetangga dengan Kota Makassar.
Menurut Hj Hasnah, pedagang telur di pasar tersebut, sejak Minggu (21/2), pasar ramai dikunjungi oleh pembeli yang ingin mempersiapkan peringatan Maulid.
"Biasanya, pembeli memesan telur beberapa rak untuk kebutuhan Maulid. Namun ada pula yang langsung membeli jika hanya membutuhkan puluhan butir saja," katanya.
Untuk telur ayam ras, lanjutnya, rata-rata dijual Rp25 ribu per rak, padahal harga sebelumnya hanya Rp20 ribu - Rp23 ribu per rak. Sementara harga telur bebek, rata-rata lebih mahal Rp5.000 per rak daripada harga telur ayam ras.
Menanggapi kenaikan harga telur di pasaran, salah seorang pembeli di Pasar Terong Hamsiah mengatakan, meskipun harga telur naik namun tetap dibeli, karena peringatan Maulid dengan membuat telur warna-warni dan aneka lauk-pauk untuk dibawa ke masjid, sudah menjadi tradisi.
"Telur matang yang kulitnya sudah diberi pewarna, biasanya ditancapkan di atas ember atau baskom yang sudah berisi nasi dan aneka lauk-pauk. Selanjutnya, setelah digelar doa bersama, makanan tersebut dibagi-bagikan ke warga setempat, khususnya bagi fakir miskin," ujarnya. (T.S036/E001)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
