Logo Header Antaranews Makassar

Pertumbuhan LDR BNI Makassar Rendah

Selasa, 23 Februari 2010 10:23 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Pertumbuhan Loan Deposit Ratio (LDR) BNI Wilayah VII Makassar masih rendah di wilayah timur Indonesia (KTI) karena kehati-hatian perbankan masih cukup tinggi dalam menyalurkan dana kreditnya.

Pemimpin BNI Wilayah VII Makassar Sukarno, Selasa, mengaku posisi LDR BNI Makassar di wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua selama periode 2009 lalu berada di kisaran 60 - 65 persen. "Memang posisi LDR kami rendah di tahun lalu," ujarnya.

Rendahnya posisi LDR itu terkait pertumbuhan pinjaman tidak seimbang dengan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) BNI wilayah VII.

"pada tahun 2009, DPK kami hanya tumbuh 13,5 persen dari Rp6,7 triliun naik Rp7,7 triliun," ungkapnya.

Sementara pertumbuhan penyaluran kredit BNI Makassar hanya tumbuh 20 persen yakni sebesar Rp3,4 triliun pada 2008 naik menjadi Rp4,3 triliun pada 2009 lalu.

Menurut dia, rendahnya posisi LDR itu disebabkan BNI masih fokus pada pembiayaan-pembiayaan di sektor potensial seperti sektor perdagangan dan konstruksi yang diakui cukup mendominasi penyaluran kredit BNI Wilayah VII Makassar.

Tahun ini, lanjutnya pihaknya akan mengupayakan agar penyaluran kredit bisa tumbuh di sektor lainnya seperti agribisnis khususnya jasa pengolahan komoditas kakao, kopi dan komoditas pertanian lainnya.

Dia menjelaskan, pihaknya akan membangun "business community" yang akan menggabungkan pengolahan di sektor peternakan dan pertanian.

"Matarantai pengolahan kotoran sapi yang diolah menjadi pupuk, kemudian dimanfaatkan untuk pengolahan pertanian sudah mulai di kembangkan di kota Pare-pare dan kabupaten Bone," ucapnya.

Dia mengharapkan, pembiayaan di kedua daerah itu diharapkan dapat berkembang di daerah-daerah lainnya di Sulsel, apalagi jaringan unit layanan BNI telah menjangkau beberapa wilayah di Sulsel.

Tabungan nasabah sebesar Rp4,57 triliun telah memberikan kontribusi besar terhadap penghimpunan dana pihak ketiga BNI Kanwil VII Makassar sepanjang tahun 2009.

"Angka itu naik 22 persen dari tabungan nasabah pada 2008 lalu yang hanya mencapai Rp3,07 triliun," ucapnya. (T.PK-HK/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026