Logo Header Antaranews Makassar

Anggaran KTP Elektronik Makassar Rp9,6 Miliar

Jumat, 26 Februari 2010 18:30 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar membutuhkan anggaran Rp9,6 miliar untuk menerapkan penggunaan kartu tanda penduduk (KTP) nasional sistem biometrik.

Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin di Makassar, Jumat, mengatakan, seluruh penduduk Makassar sudah memiliki Elektronik KTP ini pada 2012 mendatang.

"Anggaran yang dibutuhkan memang cukup besar. Untuk mencetak satu E-KTP saja bisa mencapai Rp100 ribu, sementara pengguna KTP Makassar capai 950 ribu penduduk," ucapnya.

Pemkot Makassar berharap biaya penerapan E-KTP ini tidak hanya membebani APBD melainkan bantuan anggaran pemerintah pusat bisa membantu pembiayaan penerapan sistem kependudukan modern ini.

Menurut wali kota, teknologi ini dapat memudahkan pemerintah untuk mengontrol sistem kependudukan daerah. "Yang jelas pelaksanaan pemilu tahun 2014 tidak akan terjadi masalah lagi, jika sistem ini efektif berjalan," ucapnya.

Selain itu, pemanfaatan teknologi E-KTP kekhawatiran masyarakat dengan adanya pungutan dalam pelayanan dasar di tingkat kecamatan dan kelurahan akan terhindar.

Sistem kepeendudukan E-KTP ini memiliki 'single indentitiy number' (nomor induk kependudukan) dijamin tidak akan ada yang sama.

Pemkot Makassar sejauh ini telah melakukan uji coba pembuatan E-KTP ini di kecamatan Tamalanrea, Makassar dengan jumlah pengguna E-KTP sebanyak 5.200 orang.

Camat Tamalanrea M. Sabri mengaku ada enam kelurahan di Kecamatan Tamalanreyang menjadi daerah percontohan penerapan Kartu Tanda Penduduk (KTP) .

"Enam kelurahan itu mencakup sekitar 26 ribu kepala keluarga (KK)," kata dia.

Menurut dia, KTP nasional sistem biometrik ini dapat mengantisipasi adanya KTP ganda dan dapat mendukung validitas data kependudukan agar lebih akurat.

"Dengan sistem biometrik itu, pembuatan KTP terdata secara `on line` di pusat, sehingga mereka yang sudah terdaftar namun membuat KTP baru lagi di tempat lain akan ditolak karena terdeteksi langsung dari sistem biometrik yang menggunakan retina mata," ujarnya.
(T.PK-HK/Z002)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026