
UN Ulang Bagi Siswa yang tidak Lulus

Makassar (ANTARA News) - Peserta Ujian Nasional (UN) bagi siswa SMP dan SMA dan sekolah sederajat yang tidak lulus UN dapat diakomodir untuk mengikuti ujian susulan.
"Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) mengakomodir siswa yang tidak lulus UN, dengan memberikan kesempatan siswa ikut UN ulang sesuai Permen Diknas Nomor 7 tahun 2009," kata Kabid Pendidikan Menengah dan Kejuruan Diknas Makassar, Ismunandar, Selasa.
Dia mengatakan, sesuai peraturan tersebut UN ulang tidak sama dengan ujian paket yang selama ini diberlakukan bagi siswa yang tidak lulus UN pada tahun sebelumnya.
Sebelumnya, pemberlakukan UN ulang itu, lanjutnya, Ujian paket C atau B yang diberikan kepada siswa yang tidak lulul UN. Sementara pada 2010, selain diberlakukan UN ulang, juga tetap disiapkan ujian paket C dan B.
Untuk pelaksanaan UN, UN ulang dan ujian paket untuk tingkat SMA/SMK dan sekolah sederajat dijadwalkan 2-26 Maret 2010, sedang untuk tingkat SMP dan sekolah sederajat dijadwalkan 29-1 April 2010.
Sementara sistem pengawasannya, Ismunandar mengatakan, menggunakan sistem silang, sehingga guru di sekolah bersangkutan tidak akan mengawas siswanya sendiri, melainkan siswa di sekolah lain.
Mengenai kesiapan pihak sekolah menghadapi UN, salah seorang guru SMA Datuk Ribandang, Makassar Rabiah mengatakan, para siswa yang duduk di bangku terakhir telah dibekali dengan pelajaran tambahan di luar jam sekolah.
"Semua kurikulum sudah diselesaikan sejak akhir tahun 2009, setelah itu dilakukan pemantapan mata pelajaran untuk menghadapi UN," katanya.
Berkaitan dengan hal tersebut, dia optimistis siswa salah satu SMA swasta itu dapat lulus minimal 95 persen. Hal tersebut dibenarkan salah seorang siswa SMA Datuk Ribandang, Ahmad.
"Apabila soal ujian tidak jauh dari kurikulum sekolah, kami optimistis bisa lulus 100 persen. Kalaupun masih ada yang tidak lulus, masih ada kesempatan ikut UN ulang," ujarnya.
(T.S036/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
