Logo Header Antaranews Makassar

Poliklinik Layani 200 Peserta Muktamar NU

Kamis, 25 Maret 2010 01:55 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Poliklinik Mustasyifa Asrama Haji Sudiang, Makassar melayani pemeriksaan kesehatan lebih dari 200 peserta Muktamar ke-32 Nahdlatul Ulama (NU) setiap hari.

"Hingga Selasa (23/3) pukul 12.00 WITA sudah tercatat 211 peserta mukatamar yang memeriksakan diri di poliklinik ini," kata Panitia Daerah Koordinator Seksi Kesehatan Dr dr H Syafar di Makassar, Rabu.

Menurut dia, peserta muktamar yang diperiksa rata-rata terdeteksi mengalami gangguan kesehatan akibat penyakit ISPA, tekanan darah rendah dan maag.

Bahkan pada hari pertama muktamar, Senin (22/3), sejumlah peserta mengeluh mules dan sakit perut.

Setelah dideteksi dari makanan yang dikonsumsi, lanjutnya, diprediksi karena sajian udang yang disiapkan panitia belum beradaptasi dengan kondisi lambung peserta yang mengeluhkan sakit perut.

Mengenai layanan obat yang diberikan di poliklinik itu, ia mengatakan, digratiskan bagi peserta muktamar yang hanya menderita penyakit yang tergolong ringan. Namun bagi yang memiliki penyakit spesifik dan tergolong berat seperti jantung, kelainan ginjal dan sebagainya, terpaksa harus menebus obatnya di apotik di luar poliklinik Mustasyifa.

"Bagi yang penyakitnya spesifik, itu akan dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan yang intensif," ujarnya.

Hingga saat ini, lanjutnya, baru dua peserta muktamar yang dirujuk ke rumah sakit terdekat dari Asrama Haji Sudiang. Namun kedua muktamirin itu udah kembali ke asrama, karena dinyatakan sudah sehat.

Pelayanan kesehatan gratis itu, lanjutnya, sudah dibuka Sabtu (20/3) lalu dan akan berakhir hingga Sabtu (27/3) mendatang. Adapun tim medis yang diturun sebanyak enam orang dokter, empat orang perawat dan dua apoteker setiap shift.

"Dalam sehari, ada tiga 'shift'. Sedangkan obat-obatan yang disiapkan di klinik merupakan bantuan dari NU pusat, ditambah sumbangan dari salah satu perusahaan obat cabang Makassar dan Dinas Kesehatan Kota Makassar," kata Syafar. (T.S036/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026