92.400 bibit mangrove siap ditanam di Kabupaten Pangkep

id Wisata Mangrove Pangkep,Desa Bulucindea

92.400 bibit mangrove siap ditanam di Kabupaten Pangkep

Penanaman bibit mangrove oleh PT Mars sebagai upaya pelestarian wisata mangrove di Ujungkassi Desa Bulucindea Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulawesi Selatan dalam rangka pelestarian tanaman mangrove. ANTARA/Nur Suhra Wardyah

Makassar (ANTARA) - Sebanyak 92.400 bibit mangrove siap ditanam di kawasan wisata mangrove Ujungkassi Desa Bulucindea Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), kata Kepala Desa Bulucindea, Made Ali HB.



"Kita telah mendapat bantuan bibit mangrove sebanyak 92.400 dari Dinas Kehutanan Sulsel dan akan kita tanam mulai bulan ini hingga Desember," katanya di Pangkep, Kamis.



Made menjelaskan, musim juga menjadi acuan untuk penanaman mangrove yang biasanya dilaksanakan menjelang musim hujan. Sehingga pada bulan September hingga Desember akan dilakukan penanaman secara bertahap oleh masyarakat setempat.



"Kita akan laksanakan setiap pekan, apalagi sudah ada beberapa instansi pemerintah yang rencana ikut turun bareng warga di sini," katanya.



Pelestarian wisata mangrove di Ujungkassi menjadi sangat penting sebab erat kaitannya dengan kelangsungan hidup biota laut yang ada di sana. Seperti kerang, tiram dan kepiting yang juga sekaligus menjadi penyokong pertumbuhan ekonomi nelayan setempat.



Sehingga tidak hanya sebatas ikon wisata di tempat itu, namun turut memberi sumbangsih terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.



"Dengan banyaknya penanaman mangrove penghasilan warga meningkat. Bibit dari kepiting tumbuh dan di lain sisi kelompok sadar wisata yang dibentuk dari nelayan bisa menambah pendapatannya," jelasnya.



Sebagai upaya serius pemerintah desa melestarikan mangrove, telah dibuat Peraturan Desa (Perdes) tahun 2017 terkait penanaman mangrove.



"Salah satu poin perdes itu, siapa yang menebang satu pohon mangrove maka ia wajib menggantinya dengan menanam lima bibit pohon mangrove," urai Made'.



Sementara terkait wisata mangrove di tempat itu, Made membeberkan ia tengah merumuskan Perdes 2019 terkait kebersihan lingkungan wisata mangrove.



Hal ini menjadi penting, kata Made sebab kehadiran wisata mangrove dengan spot-spot selfi maupun groufi yang menghadap ke laut kerap dikunjungi berbagai masyarakat yang tentu menambah pemasukan warga sekitar.



Pengelolaan tempat melibatkan masyarakat setempat pun menjadi sumber ekonomi baru yang dimulai sejak 2019.

Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar