
Sulsel Genjot Populasi Program Kelahiran Sapi Kembar

Makassar (ANTARA News) - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulawesi Selatan (Sulsel) menggenjot populasi sapi lewat porgram inseminasi buatan "kelahiran sapi kembar" dengan target 100 ekor pada 2010.
"Program kelahiran sapi kembar ini, dilakukan melalui dua cara yakni inseminasi buatan dan embrio transfer," kata Kepala Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel H Murtala Ali di Makassar, Senin.
Dia mengatakan, program produksi sapi kembar ini merupakan salah satu upaya untuk mencapai target populasi satu juta ekor sapi pada 2013.
Menurut dia, dengan sistem inseminasi buatan ada tahun ini dipilih 50 ekor sapi yang sehat dan memiliki bobot yang ideal untuk mampu mengandung dua anak sekaligus, sehingga pada saat melahirkan langsung memiliki dua ekor anak.
Mengenai pengembangan sapi yang diprogram memproduksi sapi kembar itu, lanjutnya, dikembangkan di beberapa daerah di Sulsel yakni Kabupaten Enrekang, Bulukumba, Bantaeng, Bone dan Sinjai.
Sementara lahan ternak yang potensial dikembangkan untuk peternakan sapi, berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel tercatat seluas 127.084 hektare (ha).
Lahan ternak tersebut yang juga menjadi potensi investasi, sebagian besar berlokasi di Kabupaten Enrekang, Wajo, Sidrap dan Selayar.
Adapun jumlah populasi sapi Sulsel 2009 sebanyak 703.965 ekor. Sedang konsumsi di daerah ini tercatat sebanyak 111.597 ekor sapi per tahun.
Dengan demikian, kelebihan produksi sapi Sulsel biasanya diantarpulaukan ke Kalimantan dan sejumlah daerah di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Potensi dan peluang ekspor atau antar pulau tercatat 12.400 ekor sapi per tahun. (T.S036/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
