
Apindo Sulsel Dukung Program Jamsostek

Makassar (ANTARA News) - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulawesi Selatan mendukung program PT Jamsostek (Persero) yang memberikan perlindungan terhadap jaminan sosial tenaga kerja di Sulsel.
"Sistem pengelolaan perlindungan tenaga kerja Jamsostek selama ini sudah cukup baik, hanya pelayanan ke peserta masih perlu di tingkatkan lagi," kata Ketua Dewan Perwakilan Daerah Apindo Sulsel, La Tunreng di Makassar, Selasa.
Dia menyambut baik upaya Direksi Jamsostek yang cukup intens melakukan komunikasi dengan kalangan pengusaha dan buruh yang dianggap sebagai sebuah langkah positif, sebab keinginan peserta bisa disampaikan langsung ke pihak manajemen.
Kelemahan maupun kekurangan-kekurangan manajemen, lanjutnya sebaiknya tetap disosialisasikan ke peserta, sehingga pelaku usaha bisa memahami keterbatasan pengelolaan pelayanan perusahaan milik negara ini.
"Pihak yang merasa ada hal yang belum terpenuhi sebaiknya bisa diakomodir pihak Jamsostek. Wajar kalau mereka protes, mereka kan peserta Jamsostek," ucapnya.
Dia mengingatkan, pihak Jamsostek bisa memberikan jaminan pelayanan dan transparansi pengelolaan dana peserta yang baik agar pelaku usaha bisa memberikan perlindungan sosial bagi tenaga kerja mereka melalui Jamsostek.
"Memang dibutuhkan pelayanan yang lebih profesional dan transparan agar kepercayaan pengusaha untuk mendaftarkan karyawan mereka bisa lebih besar," ungkapnya.
Fungsi Jamsostek adalah memberikan jaminan sosial seperti tunjangan perumahan hingga pelayanan kesehatan kepada peserta mereka, jika fungsi ini tidak berjalan maksimal bisa saja pelaku usaha memilih mengelola sendiri perlindungan karyawan mereka.
Kepala Kantor PT. Jamsostek Wilayah VIII, Basuki Susanto di tempat berbeda mengaku tetap akan memprioritaskan peningkatan jumlah kepesertaan Jamsostek dalam menjalankan tugas barunya di Makassar.
Kakanwil yang baru saja menerima tugas di Makassar ini berjanji akan mengenjot kinerja Kanwil VIII dengan meningkatkan kualitas pelayanan dengan menjalin komunikasi dengan sejumlah serikat pekerja maupun perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah kerjanya.
Data Kanwil VIII Jamsostek menyebutkan, dari 1,1 juta peserta Jamsostek yang terdaftar di wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua hanya 261.687 orang tercatat sebagai peserta aktif dari 8.264 perusahaan.
Dari total peserta yang terdaftar itu, hanya sekitar 20 persen yang masih berstatus aktif, sedangkan sisanya tercatat sudah tidak aktif lagi. (T.KR-HK/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
