
76 Kasus Hewan Rabies di Sulbar

Mamuju (ANTARA News) - Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Barat menemukan sekitar 76 kasus hewan berpenyakit rabies selama tahun 2009 seperti anjing, kucing dan kera.
Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Sulbar, Agus Rauf MM, di Mamuju, Minggu, mengatakan, penyakit rabies masih merupakan ancaman utama bagi hewan ternak di Sulbar yang cukup sulit dikendalikan.
Ia mengatakan, Distanak Provinsi Sulbar mencatat sekitar 26 ternak warga seperti sapi kerbau dan kambing maupun unggas yang menjadi korban gigitan hewan berpenyakit rabies diantaranya di Kabupaten Mamuju dan Mamuju Utara sebanyak 18 ekor.
Sementara di Kabupaten Mamasa dan Polman masing masing sekitar lima dan 13 ekor yang secara keseluruhan telah ditangani secara medis.
Menurut dia, penyakit rabies pada hewan masih sangat sulit dilakukan pencegahan secara medis dalam penanganannya di Sulbar masih dilakukan dengan melakukan pembasmian terhadap hewan tak bertuan.
"Rabies sangat mudah menular pada hewan seperti Anjing, Kucing dan Kera, sehingga untuk melakukan penanganannya dilakukan pembasmian terhadap hewan yang tidak bertuan," katanya.
Sedangkan hewan yang berhasil ditangkap dilakukan penanganan medis dengan uji laboratorium di balai besar Veteriner Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan dengan diberikan vaksin disinfeksi.
Ia meminta agar pemerintah pusat dapat memberikan dukungan dalam mengantisipasi ancaman rabies yang melanda wilayah ini, karena cukup mengancam populasi ternak.
(T.KR-MFH/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
