Logo Header Antaranews Makassar

Bantaeng Penuhi Target MDGs

Jumat, 28 Mei 2010 07:33 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Tujuan maupun target kesepakatan Millenium Development Goals (MDGs) yang dideklarasi di New York, Amerika Serikat September 2000 ternyata sudah terpenuhi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah pada Sosialisasi dan Advokasi Monitoring MDGs bagi anggota DPRD dan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) se Kabupaten Bantaeng, Kamis, mengatakan, target-target kesepatan antar negara tersebut sudah dilaksanakan.

Kesepakatan 189 negara anggota PBB tersebut menetapkan delapan tujuan pembangunan yang diharapkan dicapai dalam kurun waktu 1990-2015 masing-masing menanggulangi kemiskinan dan kelaparan.

Mencapai pendidikan dasar untuk semua, mendorong kesepakatan gender dan pemberdayaan perempuan, menurunkan angka kamatian anak, meningkatkan kesehatan ibu.

Memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya serta memastikan kelestarian lingkungan hidup dan mengembangkan kemitraan global.

Bupati kemudian menyebut penurunan angka kemiskinan yang dilakukan melalui berbagai upaya diantaranya dengan menghadirkan industri pengolahan serta membangun jaringan agar sektor ekonomi dapat bergerak.

Hal itu terus dilakukan secara berkesinambungan agar angka-angka yang ditetapkan dalam MDGs dapat dicapai. Demikian pula pada penurunan angka kemiskinan.

Pemda tidak terlalu bekerja berat karena daerah ini memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Potensi-potensi tersebut sangat dekat dengan masyarakat sehingga mudah dilakukan misalnya saja peningkatan produksi pertanian.

Terkait gender, Bupati mengatakan, berjalan baik. Itu tergambar dengan banyaknya petrempuan yang duduk di dewan. Demikian pula di jajaran eksekutif.

Di daerah ini bahkan tidak ada perbedaan antara gender dan non gender karena sinergi cukup baik. Soal kesehatan ibu, Bantaeng sudah mendapat predikat terbaik dengan rendahnya angka kematian anak dan ibu di Sulsel.

Dari sisi pertumbuhan ekonomi, juga terjadi lonjakan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pendapatan perkapita meningkat tajam dari Rp6,7 juta menjadi Rp8,8 juta.

Pertumbuhan ekonomi mencapai 7,9 persen sedang penurunan angka kemiskinan dari 5,7 persen menjadi 38,47 persen. "Kita berharap, pada 2012 angka kemiskinan tersebut kembali mengalami penurunan 10 persen," ucapnya.

Indikator pertumbuhan ekonomi itu antara lain produksi pertanian melonjak, kehadiran industri pengolahan berbasis ekspor juga sudah berjalan dan menghidupkan potensi ekonomi daerah lain.

Bupati kemudian menyebut pemberdayaan nelayan yang tidak hanya nelayan Bantaeng, tetapi juga daerah bahkan provinsi lainnya seperti terjadi pada penyerapan produksi perikanan oleh PT Global Seafood International Indonesia (GSII).

"Meski Kabupaten Bantaeng bukan penghasil ikan, namun industri pengolahan ikan pertama di Indonesia sudah hadir di daerah ini dan memberdayakan nelayan berbagai daerah dan provinsi termasuk Kalimantan," urainya.

Limbah kapuk (biji) juga dimanfaatkan untuk ekspor ke Korea. Kini ada komoditi baru talas yang juga berpotensi ekspor ke Jepang dan segera disusul industri biofuel dan tapioka oleh industri China, ucap Bupati. (T.KR-AAT/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026