
TNI Diminta Amankan Tanatoraja

Makassar (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengharapkan pengiriman anggota TNI ke Kabupaten Tana Toraja untuk meredam kekisruhan yang terjadi pascapemilihan kepala daerah setempat.
"Pengiriman anggota TNI ke Kabupaten Tana Toraja bertujuan memback-up aparat kepolisian," kata Gubernur Syahrul Yasin Limpo, di Makassar, Jumat.
Aparat kepolisian yang ditugaskan menjaga keamanan di daerah itu dilaporkan kesulitan mengatasi bentrokan dan aksi perusakan yang dilakukan massa pendukung kandidat bupati dan wakil bupati.
Kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Tana Toraja berawal setelah sejumlah lembaga survei merilis hasil penghitungan cepat yang menyebutkan pasangan Theofilus Allorerung-Adelheid Sosang unggul dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Tana Toraja.
Massa yang merasa kurang puas kemudian merusak kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).
Bahkan, sehari pascapencoblosan terjadi bentrokan antarmassa, dan satu orang dilaporkan meninggal dunia, serta enam korban lainnya mengalami luka-luka.
Syahrul Yasin Limpo mengatakan jumlah anggota TNI yang diturunkan sebanyak satu satuan setingkat kompi, dan Polda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) akan terus menambah jumlah personelnya untuk mengantisipasi semakin memanasnya suasana di kabupaten itu.
Sementara itu, berdasarkan laporan yang masuk, kondisi di Kabupaten Tana Toraja berangsur-angsur kondusif.
Gubernur meminta kandidat yang tidak puas dengan proses pilkada dan hasil penghitungan cepat yang dilakukan lembaga survei, dapat meredam emosi massa pendukungnya.
"Kandidat bupati dan wakil bupati seharusnya mampu mengedepankan kepentingan masyarakat dibanding kepentingan pribadi," kata Syahrul.
Selain merusak kantor KPU dan Panwaslu, massa juga merusak 12 kantor kecamatan, serta membakar surat suara, yang kasusnya saar ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
(T.KR-HK/M008)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
