Logo Header Antaranews Makassar

Kawasan Sudiang Makassar Makin Diminati Pengembang

Kamis, 8 Juli 2010 21:17 WIB
Image Print

Makasar (ANTARA News) - Kawasan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Makasar, semakin diminati pengembang di Sulawesi Selatan.

Pengembang CV Asti, Ita Novianti, di Makasar, Kamis, mengatakan, lokasi tersebut sangat srategis untuk dijadikan sebagai kawasan pembangunan perumahan.

"Ada beberapa hal yang menyebabkan kawasan tersebut sangat strategis, salah satunya adalah berdekatan dengan Bandara internasional Hasanuddin," jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, wacana Pemerintah Kota Makasar yang akan membuat jalur segitiga emas di daerah tersebut juga menjadi faktor yang sangat menunjang, karena tepat bersinggungan dengan kawasan Sudiang.

Ia mengatakan, dengan dibukanya jalur segitiga emas tersebut yang menghubungkan antara Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros, secara otomatis daerah tersebut akan semakin ramai.

"Meskipun harga tanah di daerah tersebut cukup tinggi, namun itu bukan menjadi kendala karena daerahnya yang sangat strategis," katanya.

Harga tanah di daerah tersebut tergolong cukup tinggi dan bisa mencapai Rp400.000 per meter.

Ia mengaku harga rumah yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp77 juta hingga Rp400 juta.

"Untuk rumah dengan type 21/75, harganya mencapai Rp77 juta. Sedangkan untuk rumah dengan type 40/75 harganya mencapai Rp120 juta," katanya.

Ia menambahkan, di kawasan Sudiang, rumah dengan type 21/75 dan 40/75 yang paling banyak diminati, karena harganya yang terjangkau.

"Hal utama yang kami perhitungkan sebagai pengembang adalah letak lokasi yang cukup ramai, dan dalam beberapa tahun ke depan lokasi ini pasti akan menjadi semakin ramai," tuturnya.

Hanya saja, kata dia, pengembang kadangkala menemui kendala minimnya akses jalan.

Ia menuturkan, hingga saat ini di kawasan tersebut sudah terdapat sekitar sepuluh kawasan perumahan yang dibangun oleh lima pengembang.

Kawasan Sudiang sudah mulai dilirik oleh beberapa pengembang sejak 2002.

"Tiga tahun yang akan datang, bisa diprediksi jumlah tersebut bertambah sekitar 15 kawasan perumahan," ungkapnya. (T.pso-103/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026