
Dirjen Otda : Smart City Conference di Makassar jadi cetak biru

Makassar (ANTARA) - Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri, Nurbowo Edy menyebut pelaksanaan Smart City Conference di Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan bisa dijadikan blue print atau cetak biru pengembangan kota cerdas pada daerah lain di Indonesia.
"Acara ini menegaskan bahwa Makassar telah memiliki standar pengembangan kota cerdas yang lebih maju dari kota lain. Ini juga menjadi kabar baik bagi masyarakat, khususnya yang ingin melihat peningkatan kualitas layanan publik telah disiapkan Pemerintah Kota Makassar," sebut Nurbowo di tempat acara hotel Aston, Makassar, Kamis.
Melalui kegiatan tersebut, kata dia, akan mendorong sejumlah daerah lain di Indonesia untuk ikut andil dalam kegiatan skala internasional ini, sebab akan membawa pengaruh positif guna perkembangan dan pembangunan daerah masing-masing.
Sementara Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar, M Iqbal Suhaeb saat membuka acara ini menjelaskan, ada sejumlah hal secara fokus dilakukan pembenahan seperti masalah perkotaan yang tengah dikerjakan.
"Makassar sedang berjuang untuk keluar dari kesemrawutan lalu lintas, membuat warga tersiksa kemacetan. Kita menuju pemenuhan air minum secara menyeluruh untuk warga, kita ingin sistem penanggulangan bencana jauh lebih siap, kita juga ingin membangun manajemen persampahan dengan metode terbaik. Insya Allah, kita bisa melakukan itu," paparnya.
"Hari ini lima puluh investor Jepang berada di kota Makassar. Mereka akan melebur dengan berbagai stakholder lokal untuk mencurahkan pikiran, dan menemukan pemecahan yang kita butuhkan," beber Iqbal.
Mantan Kepala Biro Protokol dan Humas Pemprov Sulsel ini juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulsel yang turut memberikan dukungan penuh terhadap berbagai langkah pembenahan Kota Makassar, termasuk pelaksanaan konfrensi internasional yang berlangsung selama dua hari. .
Hal senada dipaparkan, Assistant Vice-Minister, Minister’s Secretariat (Policy) Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT), Japan, Mr Ichikawa Atsushi, bahwa ada usaha keras yang telah dilakukan Makassar dalam mewujudkan konferensi internasional ini.
"Kami akui banyak kota dari negara ASEAN yang menginginkan acara ini, namun dari semuanya, Pak Wali Kota Makassar yang sangat intens berkomunikasi dengan kami. Kami datang dari Jepang untuk bersama seluruh SDM lokal berpikir keras memberikan solusi terbaik bagi kota ini," ujar Ichikawa.
Sebelumnya, 'The ASEAN-Japan Smart City Network High Level Meeting' yang berlangsung September 2019 di Kota Yokohama Jepang, Makassar satu-satunya kota di Indonesia yang terpilih untuk menjadi tuan rumah 'Smart City Conference with Japan Assocciation for Smart Cities in ASEAN (JASCA)'.
Pada hari pertama ini, tampil sejumlah OPD Pemkot Makassar menyampaikan pemaparan, diantaranya, Dinas Kominfo Makassar, Dinas Kesehatan Makassar, Dinas Perhubungan Makassar, serta Bapenda Kota Makassar. Tampil juga sejumlah investor Jepang serta sejumlah universitas, privat sektor lokal, dan juga pelaku startup yang ada di Makassar.
Sejumlah inovasi teknologi Jepang ditampilkan dalam forum ini, diantaranya teknologi transportasi, manajemen kebencanaan, teknologi pengelolaan air, kesehatan dan lainnya. Selain itu, juga dilangsungkan sejumlah project meeting yang mempertemukan para stakholder terkait.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
