Logo Header Antaranews Makassar

Bulog Mamuju Usulkan Perubahan Status

Kamis, 22 Juli 2010 09:28 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Bulog Subdivre Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mengusulkan perubahan status menjadi Divre Sulbar kepada pemerintah pusat.

"Usul perubahan status ini telah kami sampaikan baik secara tertulis maupun secara lisan sejak 2009 saat menerima kunjungan Komisi III DPR RI, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari pemerintah pusat," kata Kepala Bulog Subdivre Wilayah VIII Mamuju, Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), Luther Upa di Mamuju, Rabu.

Menurut dia, perubahan status dari Subrivre menjadi Divre tersebut sangat memungkinkan seiring dengan berubahnya status daerah sebagai provinsi otonom yang telah menapaki usia enam tahun.

"Sulbar yang memiliki lima kabupaten dan dua daerah calon pemekaran kabupaten baru, dianggap layak untuk mengubah status subdivre menjadi divre, apalagi ketersediaan beras di Sulbar cukup memadai," katanya.

Ia mengatakan, provinsi Sulbar salah satu daerah sentra penghasil beras, bahkan daerah ini mengalami surplus beras hingga 4.000 ton per tahun.

"Dari pencapaian produksi beras tersebut, kami hanya mampu menyerap 50 persen atau 2.000 ton per tahun," kata dia.

Luther juga mengatakan, gudang Bulog Mamuju saat ini ukurannya sangat kecil yang hanya berkapasitas 2.000 ton sehingga harus dilakukan pembangunan gudang.

"Apabila pemerintah pusat memang merespons usulan perubahan status dari Subdivre menjadi Divre, pembangunan gudang beras tidak perlu dilakukan karena dengan sendirinya kami akan membangun kantor baru Divre tipe B," jelasnya.

Dikatakannya, produksi pertanian sudah memenuhi kebutuhan masyarakat di Sulbar, sehingga gudang penampung beras ini ukurannya harus ditingkatkan sehingga mampu menyimpan beras hingga 4.000 ton.

"Jika penampungan beras mampu menampung hingga 4.000 ton, daerah ini akan leluasa untuk menyuplai beras ke provinsi lain seperti ke Sulawesi Tengah maupun Kalimantan Timur," timpal Luther.(T.KR-ACO/N002)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026