
Anwar Minta Tim SDK-Bisa Hindari Pelanggaran Pilkada

Mamuju (ANTARA News) - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Golongan Karya Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Anwar Adnan Saleh, meminta tim pemenangan cabup, Suhardi Duka dan Cawabup, Bustamin Bausat (SDK-BISA) untuk menghindari pelanggaran hukum di pilkada, 4 Agustus 2010.
"Saya harap, para tim pemenangan pasangan SDK-BISA, untuk memperhatikan aturan-aturan main sehingga tidak ada yang melakukan pelanggaran pidana," kata Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Minggu.
Menurutnya, pihaknya menghendaki agar kemenangan pasangan SDK-BISA di pilkada Mamuju tidak dinodai dengan menghalalkan segala macam cara tanpa berpijak pada aturan main yang telah ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.
"Kemenangan dalam pesta demokrasi di pilkada ini adalah harapan kita semua, namun kemenangan yang harus dicapai harus bersih dari indikasi bentuk pelanggaran hukum," ungkapnya.
Ia mengatakan, empat hari jelang bergulirnya pilkada, tim pendukung SDK-BISA, harus meningkatkan kewaspadaan, jangan sampai ada kandidat lain yang melakukan penghasutan terhadap masyarakat, sehingga simpatisan yang ada selama ini menjadi berubah haluan untuk memilih kandidat lain.
"Makanya, masyarakat yang selama ini menjadi pendukung setia pasangan SDK-BISA, agar tidak mudah terhasut terhadap godaan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu," jelasnya.
Anwar mengungkapkan, pilkada adalah proses perjalanan demokrasi untuk menentukan calon pemimpin lima tahun yang akan datang, sehingga masyarakat pun diminta untuk memanfaatkan momentum pelaksanaan hari pencoblosan itu untuk mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang telah disiapkan.
"Masyarakat harus ikut menyukseskan pelaksanaan pilkada dengan cara ikut memilih untuk menentukan calon pemimpin di daerah ini guna mewujudkan rakyat Mamuju yang lebih baik," tuturnya.
Sehingga kata dia, dengan tidak golput di pilkada, maka masyarakat ikut memberikan andil untuk masa depan daerahnya sendiri. (T.KR-ACO/J006)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
