
Pemakaman Dadi Makassar Mulai Dipadati Peziarah

Makassar (ANTARA News) - Tempat Pemakaman Umum Dadi, Kota Makassar, mulai dipadati peziarah menjelang awal puasa, Ramadhan 1431 hijriyah.
"Sejak kemarin peziarah di sini mulai banyak dibandingkan hari-hari sebelumnya. Namun besok yang paling banyak, karena hari libur terakhir sebelum puasa, biasanya begitu," kata salah seorang tukangsapu TPU Dadi, Daeng Minggu di Makassar, Sabtu.
Pria asal Bontonompo, Kabupaten Gowa ini mengemukakan, banyaknya peziarah dalam dua hari terakhir berbanding lurus dengan upah yang diperoleh dari hasil menyapu kuburan.
Demikian juga dengan jumlah penyapu atau pembersih kuburan, kata dia, pada hari-hari biasa hanya sekitar 20 orang, namun menjelang puasa jumlahnya mencapai 100 orang.
"Kalau pengunjung banyak begini saya bisa dapat Rp30 ribu lebih per hari, kalau hari-hari lain paling dapat Rp10 ribu/hari. Biasanya kalau hari ahad terakhir sebelum puasa, paling rendah Rp50 ribu," ucap Minggu yang sudah 25 tahun mencari nafkah dari peziarah makam.
Sementara penjual bunga dan air, Daeng Bollo justru merasa dirugikan dengan membludaknya peziarah, disebabkan penjual bunga dadakan juga bermunculan.
"Banyak peziarah, namun penjual bunga juga tambah banyak. Biasanya hanya saya sendiri karena rumah ada di dalam area pemakaman. Tapi sekarang khusus di pintu ini sudah ada 30-an penjual, sampai ada yang datang dari Galesong, Kabupaten Takalar," ujarnya.
Berkah peziarah, juga dirasakan tukang parkir, Impus, pemuda setempat yang mengaku baru hari ini beroperasi dan langsung mendapatkan keuntungan Rp40 ribu.
Hanya saja, dibalik berkah tersebut, justru membawa keprihatinan bagi anak-anak sekolah seperti yang dialami dua murid SD Muhammadiyah, Yudi Marsudi dan Rismawati.
Kedua murid Kelas III SD yang terletak di Jalan Singa Makassar ini, mengaku sudah dua hari tidak pergi sekolah dan lebih memilih meminta uang kepada peziarah.
Yudi mengaku, meski sering dimarahi guru karena tidak pergi sekolah, namun ia tidak perduli dan lebih memilih menjadi peminta-minta di pemakaman saat mau puasa, karena setiap hari bisa mendapatkan uang Rp24 ribu.
Fenomena lainnya di TPU Dadi, yakni jumlah peminta-minta mencapai ratusan orang, sekitar 20 orang adalah perempuan jompo dan selebihnya anak-anak usia sekitar 10 tahun.
(T.pso-099/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
