Logo Header Antaranews Makassar

Kualitas Premium Dikeluhkan Masyarakat Pinrang

Selasa, 10 Agustus 2010 06:59 WIB
Image Print

Pinrang, Sulsel (ANTARA News) - Kualitas Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premiun yang beredar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), dalam beberapa pekan terahir banyak di keluhkan masyarakat di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Bau premium dikeluhkan konsumen pengguna BBM premium, sangat menyengat dan sering membuat kendaraan mogok.

Hasan, salah seorang karyawan swasta yang ditemui di salah satu SPBU yang ada di Pinrang, Senin, mengatakan, akhir-akhir ini motornya sering macet, padahal kendaraan roda dua yang dimilikinya baru beberapa bulan keluar dari dealer.

"Akhir-akhir ini kendaraan saya sering macet, juga mengeluarkan bau menyengat," katanya.

Dia mengaku, dirinya sempat menyimpan premium di satu wadah kemudian dijemur hingga beberapa jam dan hasilnya BBM jenis premium tersebut berubah menjadi putih bening.

"Saya curiga Oktan ada premium tersebut kurang sehingga terjadi pengendapan, sehingga apa bila hal ini terjadi maka akan merusak pompa bensin yang ada pada mobil dan kaburator pada motor," katanya.

Dia mengharapkan agar pihak yang terkait turun langsung ke lapangan untuk mengadakan pengetesan sebelum merugikan masyarakat lebih banyak lagi.

Dita, salah seorang penjual bensin eceran yang ada di Jalan Lasinrang mengatakan, jika keluhan terhadap kualitas BBM premium tidak segera diantisipasi, dikhawatirkan asumsi pembeli bensin eceran menganggap bahwa penjual yang mencampur dengan bahan yang lain.

"Ini bisa berimbas kepada kami pedagang bensin eceran. Pembeli bisa beranggapan kamilah yang telah menjual bensin campuran yang mengeluarkan bau menyengat dan membuat kendaraan mereka sering macet, padahal kami pun cuman beli di SPBU," katanya.

Salah seorang pengawas SPBU Nasrullah mengatakan, stok yang diterima satu minggu ini berbau menyengat karena "SG Density Observasi stock" premium turun ke 0724/27 C.

"Sebenarnya standartnya diatas 0750/27 C. Sehingga efek dari kurangya SG Density tersebut bau menyengat dan residu agak lebih serta mengakibatkan pembakaran kurang Baik," ucapnya. (T.PSO-098/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026