
KOMISI XI DUKUNG PROGRAM SULSEL SURPLUS BERAS DUA JUTA TON

Makassar, 4/11 (ANTARA) -Komisi XI DPR RImendukung program pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang menargetkan surplus beras dua juta ton pada 2009 guna memperkuat cadangan pangandalam negeri. Komisi XI memberi apresiasi terhadap program surplus beras dua juta ton Sulsel, namun komoditi lain juga perlu mendapat perhatian sebagai upaya diversifikasi mata dagangan untuk kesejahteraan masyarakat, kata Yunus Yosfiah, anggota Komisi XI DPR RI di Makassar, Selasa.
Tim Komisi XI DP RI yang dipimpin Olly Dondokambey bertemudengan jajaran Pemprov Sulsel yang dihadiri Wakil Gubernur setempat Agus Arifin Nu'mang.
Banyak ragam komoditi dari sejumlah daerah yang memiliki pangsa pasar di luar negeri namun daerah cenderung tidak bisa menangkap peluang sehingga hanya terpaku pada pasar domestik, katanya.
Menurut Yunus, Sulsel cukup kaya dengan hasil pertanian, perikanan, dan perkebunan namun masyarakatnya lebih memilih sebagai petani padi, sementara hasil perkebunan dan pertanian lainnya juga adalah komoditi yang punya daya saing tinggi.
Yunus yang putra kelahiran daerah Sidrap Sulsel itu mengatakan, jika masyarakat Sulsel hanya mengandalkan beras, maka laju pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah akan lambat.
Karena itu, pemerintah provinsi perlu melakukan diversifikasi mata dagangan sebagai komoditi primadona ekspor untuk mendongrak pendapatan asli daerah setempat dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Wagub Sulsel Agus Arifin Nu'mang mengatakan, pihaknya telah mencanangkan program peningkatan produksi padi dengan dua juta ton tahun 2009 dari 1,2 juta ton tahun 2008 ini.
Selain itu, daerah ini juga menargetkan surplus jagung 1,5 juta ton pada 2009 dari sebelumnya 800.000 ton melalui pengembangan lahan budidaya di sejumlah daerah sentar produksi.
Jika target surplus beras dua juta ton pada 2009 terealiasi, maka akan menghasilan nilai jual sekitar Rp7,2 triliun. Nilai ini akan meningkat tajam apabila kran ekspor beras dibuka mengingat harga beras di Malaysia saat ini Rp8.000/kg, sementara di Sulsel hanya Rp3.400/kg.
Konsumsi beras masyarakat di provinsi lumbung beras nasional ini rata-rata 900.000 ton per tahun atau 120 kilogram/orang/tahun, sehingga kelebihan produksi dipasok ke semua provinsi di Kawasan Timur Indonesia (KTI), Kalimantan, DKI Jakarta dan Jawa Barat, kata Wagub Agus Arifin Nu'mang. ***2***
(T.S016)
(T.S016/B/R007/R007) 04-11-2008 15:18:44
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
