Logo Header Antaranews Makassar

Bandara Baru Toraja Dibangun pada 2011

Jumat, 20 Agustus 2010 22:25 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, mulai membangun bandara baru di Buntu Kunik, Kelurahan Tampo Simbuang dan Lembang Rantedada, Kecamatan Mengkendek, pada 2011.

Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Alex Palinggi di Makassar, Jumat, mengatakan, peletakan batu pertama lapangan terbang yang akan menggantikan Bandara Pongtiku, Kecamatan Rantetayo akan dilakukan pada 2011.

"Saya kita tidak ada lagi hambatan untuk memulai pembangunan di 2011. Semua tanah sudah dibebaskan oleh pemkab, rencana induk (master plannya) juga sudah," ujarnya.

Menurut dia, bandara baru tersebut diperkirakan menelan investasi lebih dari Rp 300 miliar, sudah bisa beroperasi pada 2015 mendatang, jika setiap tahun dianggarkan di APBD Provinsi dan ditunjang APBN.

Legislator PDS ini, mengemukakan, khusus untuk pembebasan lahan, Pemkab Toraja hanya mengeluarkan sedikit anggaran karena masyarakat yang memiliki tanah diberikan kewenangan untuk membuka usaha di sekitar bandara.

Putra asli Toraja ini mengatakan, lokasi bandara baru ini jauh lebih luas dan datar dibandingkan dengan Badara Pongtiku.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Sulsel, A Maskur Sulthan, menyebutkan, telah menyelesaikan master plan, sedangkan desain detail engineering sisi darat dan udara saat ini sementara berlangsung dan selesai pada tahun ini.

Kata dia, Pemprov Sulsel sedang memperjuangkan ke pusat, agar pembangunan bandara mengandalkan dana APBN termasuk anggaran 2011.

Maskur menyebutkan, Pemprov Sulsel dan Pemkab Tana Toraja baru turun tangan mengeluarkan dana pendamping untuk membantu selesainya pembangunan bandara yang nantinya memiliki panjang landasan 1650 meter dan cukup untuk pesawat jenis ATR berkapasitas 60 hingga 70 penumpang.

Sementara, Bandara Pongtiku yang sekarang beroperasi, hanya memiliki panjang landasan 1225 meter, dan hanya bisa menampung pesawat jenis Cassa dengan jumlah penumpang 20 orang.
(PSO-099/M012/Z002)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026