Logo Header Antaranews Makassar

Wartawan Tewas Saat Meliput di Tual

Sabtu, 21 Agustus 2010 17:32 WIB
Image Print

Ambon (ANTARA News) - Ridwan Salamun, wartawan sekaligus kontributor SUN TV (group MNC), wilayah Tual Maluku Tenggara, tewas saat meliput perkelahian antarkelompok masyarakat di daerah itu, Sabtu.

"Ridwan tewas akibat luka tebasan parang di kepalanya. Ia menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 08.00 WIT, dalam perjalanan menuju rumah sakit," kata Rudy Waremra kepada ANTARA melalui telepon.

Menurut Weramra, wartawan rekan korban, Ridwan sedang meliput bentrokan antara warga komplek Banda Eli dan warga dusun Mangun, desa Fiditan, Tual, ketika seorang dari salah satu kelompok warga yang bertikai menyabetkan parang ke kepalanya.

Ridwan Salamun sendiri warga komplek Banda Eli.

Waremra menyatakan, kemungkinan besar rekannya diserang karena tinggal di komplek tersebut.

Selain luka tebasan parang, kepala bagian belakang korban juga remuk akibat hantaman benda tumpul.

"Ridwan sempat dilarikan ke rumah sakit namun ditengah perjalanan naywanya tidak tertolong," katanya.

Waremra menyatakan Ridwan sedang berada di tengah-tengah massa yang sedang bentrok dan berusaha mengambil gambar dengan kamera video, ketika tiba-tiba sejumlah orang dari dusun Mangun menyerang dan menganiaya korban hingga sekarat.

"Kamera handycamnya juga dirampas," katanya.

Menyikapi aksi pembunuhan Salamun, puluhan wartawan yang tergabung dalam Maluku Media Centre (MMC) di Ambon melakukan aksi duka membawa krans bunga ke Mapolda Maluku.

Mereka juga mendesak Kapolda Maluku, Brigjen Polisi Totoy Herawan Indra, agar secepatnya mengusut tuntas pembunuhan terhadap Ridwan Salamun.

Ketua Maluku Media Center (MMC), Insani Syhbarwati, mengatakan, aksi itu merupakan bentuk keprihatinan sesama rekan seprofesi.

"MMC mengutuk keras tindakan kekerasan yang dilakukan orang-orang tertentu, hingga menghilangkan nyawa Ridwan Salamun yang sedang melakukan tugas jurnalistik," katanya.

Dia meminta Polda Maluku terutama Polres Kota Tual segera mengusut tuntas kasus pembunuhan sadis itu. dan memproses pelaku pembunuhan.

Kapolda Maluku, Brigjen Polisi Totoy Herawan Indra, berjanji akan segera mengusut tuntas pelaku pembunuhan terhadap, Ridwan Salamun.

"Polisi sudah bertindak mengusut pelaku pembunuhan maupun mereka merak yang terlibat bentrok. Rekan-rekan wartawan berikan kesempatan kepada kami untuk bekerja melakukan penyelidikan dan penyidikan guna mengungkap siapa pelaku pembunuhan terhadap wartawan SUN TV itu," kata Kapolda saat menerima aksi duka puluhan wartawan.

Kapolda mengatakan, untuk mencegah bentrokan susulan, aparat telah menurunkan satu satuan setingkat kompi (SSK) Brimob Polda ke wilayah perbatasan perkampungan dua kelompok warga yang bentrok tersebut.

Semnetara itu, sekitar pukul 14.45 Wit Jenazah Ridwan Salamun, tiba di rumah duka Desa Batu Merah Kecamatan Srimau Ambon. Jenasah korban diterbangkan dari kota Tual menggunakan salah satu maskapai penerbangan.

Tangisan keluarga korban, serta wartawan tidak dapat dibendung saat peti jenazah di buka. Para kerabat, keluarga, rekan-rekan wartawan.

Salamun meninggalkan seorang isteri dan seorang anak laki-laki bernama Dzaki.

Kapolda Maluku Bigjen Polisi Totoy Herawan Indra, juga hadir melayat di rumah korban. Jenazah korban dikebumikan pada pukul 17.00 Wit.

Peristiwa bentrokan tersebut bermula dari ada sekelompok pemuda yang membawa motor dan menimbulkan suara bising dan kemudian ditegur salah satu warga, namun teguran tersebut tidak diterima dan kemudian menimbulkan perkelahian antar kedua warga itu. (T.pso-184/S005)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026