
Masjid Agung Syekh Yusuf di Kabupaten Gowa difungsikan kembali

Kita ingin memastikan jika di semua masjid itu aman dan bersih
Gowa (ANTARA) - Masjid Agung Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan difungsikan kembali untuk kegiatan keagamaan dengan pembatasan jamaah, setelah hampir tiga bulan tidak dibuka untuk umum karena pandemi COVID-19.
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan di Gowa, Jumat (12/6), mengatakan sebelum Masjid Agung Syekh Yusuf dibuka kembali, sejumlah persiapan telah dilakukan dan bahkan pembersihan berkala terus dilakukan di tempat itu.
"Kita ingin memastikan jika di semua masjid itu aman dan bersih. Warga atau jamaah yang hendak ke masjid juga harus memperhatikan dan mengikuti protokol kesehatan agar kita semua terlindungi dari penularan COVID-19," ujarnya.
Ratusan umat Islam mendatanginya masjid itu untuk menunaikan ibadah shalat setelah dibuka kembali untuk kegiatan keagamaan.
Ia mengatakan penyemprotan disinfektan secara berkala dan pembersihan karpet, lantai, maupun dinding sering dilakukan.
Setiap umat, katanya, juga diharuskan membawa sajadah sendiri dan mengatur jarak minimal 1,5 meter baik di sisi kiri, kanan, maupun depan dan belakang.
"Protokol kesehatan ini telah kita jalankan sehingga dengan kerja sama masyarakat yang cukup baik sehingga kita putuskan untuk membuka Masjid Agung Syekh Yusuf melaksanakan shalat fardu dan juga Shalat Jumat seperti biasanya," katanya.
Setiap hari dan selesai shalat, katanya, Masjid Agung Syekh Yusuf akan disemprot dengan cairan disinfektan agar tetap steril dari virus.
Bupati Adnan juga berharap, kerja sama masyarakat untuk bisa mengikuti imbauan dari pemerintah terkait dengan pemakaian masker, jaga jarak, tidak berkontak dan rajin cuci tangan menurunkan angka penularan COVID-19 di wilayah itu.
"Mudah-mudahan dengan dibukanya Masjid Agung Syekh Yusuf ini, doa-doa kita semua insyaallah diijabah oleh Allah SWT sehingga wabah COVID-19 ini bisa cepat berakhir," ucapnya.
Seorang umat, Rais, mengatakan langkah Pemerintah Kabupaten Gowa untuk kembali membuka masjid itu sudah tepat, apalagi dengan penerapan protokol kesehatan sehingga penularan COVID-19 bisa diminimalisasi.
"Ini sudah tepat dengan membuka kembali tempat-tempat ibadah dengan mengedepankan protokol kesehatan, sehingga memudahkan akses bagi umat yang ingin melaksanakan ibadah shalat berjamaah di masjid," katanya.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
