Logo Header Antaranews Makassar

Bantaeng Lakukan Halal Bi Halal Terpadu

Rabu, 15 September 2010 05:03 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Pemerintah Daerah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Selasa, melakukan halal bi halal terpadu bersama Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita dan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) se Kabupaten Bantaeng.

Kegiatan terpadu usai Idul Fitri 1 Syawal 1431 H dihadiri Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah, Ketua DPRD Hj Novrita Langgara, para Wakil Ketua dan anggota DPRD Bantaeng, Wakil Bupati HA Asli Mustadjab, Ketua Pengadilan Negeri Zainal Arifin, SH, Kapolres AKBP Feri Handoko S, unsur Muspida, Pimpinan SKPD, Ketua TP PKK Hj Lies F Nurdin, Ketua GOW Hj Emma Asli Mustadjab, Camat, Lurah dan Kades serta dihadiri pemilik PT Global Seafood Jepang Mr Mithamura dan sejumlah pengusaha Jepang lainnya.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah berharap, momen halal bi halal menjadi ajang untuk saling memaafkan, sekaligus untuk bersinergi dalam membangun daerah.

"Ini kesempatan untuk membangun kesepahaman untuk masa depan bangsa dan daerah Kabupaten Bantaeng yang kita cintai bersama," ujar Bupati sambil memperkenalkan para investor Jepang tersebut.

"Para pengusaha Jepang datang ke Bantaeng untuk memenuhi komitmen pengembangan talas. Mereka berharap, September ini sudah bisa ekspor secara berkesinambungan, namun kesiapan kita ternyata belum memungkinkan," ucap Bupati.

Ia kemudian berharap kepada dinas dan lembaga terkait agar membuat grand desain untuk menjadikan Bantaeng sebagai tumpuan Jepang dalam memenuhi kebutuhan talasnya sebab selama ini Jepang bergantung ke China yang menjadi pemasok terbesar talas.

Bupati berharap, kesempatan tersebut tidak disia-siakan sebab talas Bantaeng sudah dikenal di Jepang dengan nama Bantaeng Satoimo. "Dengan komoditi ini saja, kesejahteraan masyarakat diyakini akan meningkat," urainya.

Selain talas, Bantaeng juga memiliki jagung dan rumput laut, namun kedua komoditi ini masih dipertanyakan sejauhmana dapat mendongkrak kesejahteraan masyarakat. Selain talas, Nurdin Abdullah juga menyebut komoditi ikan.

Hanya saja, terangnya lagi, pengembangan industri di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar masih terkendala daya listrik. "Selama ini, industri yang ada hanya menggunakan genset," terangnya.

Ustadz Drs H Abdul Muthalib yang membawakan Hikmah halal bi halal menguraikan bahwa kegiatan halal bi halal hanya dikenal masyarakat Indonesia.

Halal bi halal lahir karena Idul Fitri yang mengandung makna tak hanya silaturahmi dan saling memaafkan, tapi juga menyelesaikan problem, meluruskan benang kusut, mencairkan yang membeku serta melepaskan ikatan yang membelenggu, urainya. (T.pso-102/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026