Logo Header Antaranews Makassar

Populasi Ternak Sapi Sulsel 60.000 Ekor/Tahun

Rabu, 28 Januari 2009 18:16 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Guna mencapai target populasi Sapi di Sulawesi Selatan hingga 1,016 juta ekor pada tahun 2013, target pertumbuhan setiap tahun rata-rata 60.000 ekor atau 6,7 - 10 persen.
Populasi sapi potong tahun 2009 ditargetkan mencapai 764.099 ekor atau bertambah 53.000 ekor dari tahun 2008 tercatat 711.419 ekor, kata Kepala Dinas Peternakan Sulsel, H. Arifin Daud di Makassar, Rabu.

Tahun 2010, populasinya diperkirakan naik mencapai 822.350 ekor atau bertambah 60.000 ekor dari tahun sebelumnya, tahun 2011 pengembangan sapi di daerah ini diharapkan mencapai 880.167 ekor, tahun 2012 diperkirakan meningkat menjadi 943.341 ekor dan pada tahun 2013 populasi sapi potong ercatat 1.016.729 ekor.

Daerah yang paling banyak populasi ternak sapinya kurun waktu lima tahun mendatang adalah Kabupaten Bone mencapai 208.681 ekor karena didukung wilayahnya yang cukup luas, menyusul Kabupaten Bulukumba tercatat 102.200 ekor dan Kabupaten Gowa dengan populasi ternak sapi 82.033 ekor.

Dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, lanjutnya, Kota Palopo akan memproduksi ternak sapi paling sedikit 2.434 ekor untuk jangka waktu selama lima tahun disusul Makassar 3.011 ekor dan Parepare sebanyak 3.105 ekor.

Untuk mencapai sasaran populasi ternak sapi satu juta ekor lebih dalam waktu lima tahun mendatang, katanya, pemerintah provinsi Sulsel membantu kelompok peternak sapi di 24 kabupaten/kota dengan jumlah yang bervariasi sesuai luas wilayahnya dan jumlah penduduknya, termasuk bantuan alat suntik IB dan modal usaha di bidang itu.

Penetapan target populasi ternak sapi pada daerah kabupaten di Sulsel, lanjutnya, ditetapkan berdasarkan kerjasama (MoU) dengan pemerintah setempat guna memperkuat ketahanan nasional di sektor ini.

Selain itu, ujarnya, pengembangan ternak sapi di provinsi berpenduduk sekitar delapan juta jiwa ini juga membuka lapangan kerja dan kesempatan berusaha, sekaligus meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan peternak.

Dalam waktu tersebut, ungkapnya, akumulasi pendapatan peternak selama prognosa lima tahun ke depan yakni tahun 2009 peternak berpenghasilan Rp812.917, tahun 2010 naik menjadi Rp1,2 juta lebih, tahun 2011 penghasilannya mencapai Rp1,7 juta lebih, tahun 2012 bertambah menjadi Rp2,2 juta dan tahun 2013 pendapatannya mencapai Rp2,7 juta lebih.

Pendapatan mereka ini diluar dari pekerjaannya sebagai petani penggarap sawah yang juga setiap tahunnya mendapatkan upah jutaan rupiah, katanya. (T.PK-MH/F003)