
Pemkab Sidrap Datangkan Ahli Atasi Kepik Hitam

Sidrap, Sulsel (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, mendatangkan ahli hama untuk mengantisipasi penyebaran hama kepik hitam yang menyerang tanaman padi milik petani setempat.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Sidrap, Ir Amiruddin MS, yang dihubungi di Sulsel, Selasa, mengatakan ahli hama yang didatangkan oleh pemkab Sidrap itu adalah Prof (Emeritus) Ir H Achmad Baihaki MSc PhD, salah seorang peneliti senior Balai Besar Padi Sukamandi, Subang, Jawa Barat.
Prof Achmad Baihaki diundang untuk melihat langsung serangan kepik hitam itu. Kedatangan pria yang telah 38 tahun membidangi ilmu pemuliaan tanaman itu, diharapkan dapat memberi jawaban atas keresahan petani atas ancaman serangga tersebut.
Munculnya hama kepik hitam yang menyerang pada musim tanam terakhir ini menjadi ancaman serius bagi petani, karena terbukti mengurangi produksi dan kualitas padi dengan sangat drastis.
"Hama ini tergolong baru, namun kerugian yang ditimbulkannya sangat besar, karena itu langkah-langkah penanggulangan harus segera diambil termasuk dengan mendatangkan ahlinya," urai Amiruddin.
Sebelum turun langsung untuk meninjau areal yang terkena serangan, Prof Achmad Baihaki menggelar diskusi bersama sejumlah penyuluh, para pengamat hama serta sejumlah unsur terkait lainnya.
Diskusi berlangsung di ruang kerja Kadistanbun Sidrap, turut hadir Kepala Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Sidrap, A Muh Yahya SE MSi serta perwakilan PT Hyang Sang Seri Sidrap.
Dalam kesempatan itu sejumlah peserta diskusi menyampaikan pengalaman mereka saat berhadapan dengan serangga kepik di wilayahnya. Seperti yang diungkapkan oleh Zainal SP, salah seorang penyuluh yang juga berprofesi sebagai petani.
"Kami pernah mengolah 100 kilogram gabah yang terserang hama ini, hasilnya beras yang diperoleh hanya 15 kg, dan itupun tidak bisa dikonsumsi karena rasanya pahit, malah dedaknya juga pahit sehingga ayam dan itik pun tidak mau memakannya" ungkapnya.
Menyimak hal tersebut, Prof Achmad Baihaki mengatakan, meskipun baru pertama kali terjadi di Kabupaten Sidrap, namun serangan kepik hitam sebenarnya sudah pernah ditemukan di beberapa daerah di tanah air.
"Khusus kasus di Sidrap ini, tentu sebelumnya harus dipelajari berbagai indikator yang mempengaruhinya seperti curah hujan, kondisi cuaca, luas serangan dan aspek-aspek penting lainnya," sebut Baihaki.
Dari hasil tersebut nantinya RTL (Rencana Tindak Lanjut) 2010-2011 akan ditentukan, katanya.
Penerima penghargaan Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa Bidang Perlindungan Varietas Tanaman tahun 2009 tersebut mengatakan akan mengambil sampel gabah dan batang padi yang terkena hama untuk diteliti.
"Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama solusi yang tepat dapat diperoleh sehingga ancaman kepik hitam khususnya di Sidrap ini dapat diatasi," pungkasnya. (T.PSO-098/D009)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
