
PMKRI Makassar Perlu Pembenahan Pengaderan

Makassar (ANTARA News) - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia cabang Makassar perlu melakukan pembenahan terhadap metode pengaderan.
Demikian diungkapkan oleh sejumlah alumni saat diskusi pada reuni akbar alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Makassar, Minggu.
"Pembenahan pengaderan ini harus segera dilakukan, mengingat sudah terjadi penurunan dalam proses pengaderan," ungkap salah seorang alumni PMKRI Makassar, Andre Mira, di Makassar.
Menurut dia, pembenahan ini berkaitan dengan program kerja yang harus disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi mahasiswa dewasa ini.
"Ketika saya menjadi anggota PMKRI pada tahun 1981, jumlah anggota baru yang masuk bisa mencapai ratusan orang, karena kami membuat program yang sesuai dan dibutuhkan oleh mahasiswa," kenangnya.
Seharusnya, kata dia, pola pengaderan PMKRI Makassar saat ini harus bisa melebihi hal tersebut.
"Memang kondisi mahasiswa saat ini lebih kompleks dibandingkan dulu. Namun hal itu bukan menjadi kendala, melainkan tantangan agar organisasi bisa lebih dinamis," tuturnya.
Menurutnya, terdapat sejumlah program yang pelaksanaannya mengalami penurunan, seperti program sosial, khususnya untuk masyarakat marginal.
Padahal, kata dia, program tersebut sangat sejalan dengan slogan PMKRI yaitu pelayanan kepada gereja dan negara atau Pro Eclesia et Patria.
Ia mengatakan, pada dasarnya terdapat beberapa hal yang bisa mempengaruhi penurunan pola pengaderan dalam suatu organisasi, yang salah satunya adalah manajemen organisasi.
"Manajemen organisasi menjadi hal yang mutlak untuk mendinamisir perjalanan organisasi, baik dari segi program, pengaderan, maupun keuangan," katanya menegaskan. (T.pso-103/Z002)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
