
PDK Targetkan 6.000 Kader Inti Hingga 2014

Makassar (ANTARA News) - Partai Demokrasi Kebangsaan menargetkan untuk menambah jumlah kader inti menjadi 6.000 orang hingga 2014 atau bertepatan dengan pelaksanaan pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden.
Presiden Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Sayuti Asyathri saat membuka Kongres II PDK Sulawesi Selatan di Makassar, Sabtu, mengatakan, hal tersebut merupakan bagian dari upaya agar PDK mendapat tempat di publik.
"Kami telah mengembangkan suatu sistem pengkaderan khusus di mana kader nanti bekerja yang bernilai sosial. Jika mengikuti proporsi jumlah penduduk Indonesia, seharusnya jumlah kader inti yang diperlukan mencapai 14 ribu orang," ujarnya.
Dia menjelaskan, fokus kerja PDK saat ini adalah meraih simpati rakyat dan tak menghiraukan target perolehan "parliamentary threshold", yang oleh sejumlah partai lain justru diwacanakan agar ditingkatkan angkanya dari 2,5 persen menjadi 3 atau 3,5 persen.
Untuk itu, katanya, para kader inti yang telah direkrut nantinya akan diberi pembekalan berupa pemahaman dan peningkatan daya serap gejala-gejala sosial yang terjadi di masyarakat.
"Mereka akan diberi pemahaman non-linearity dari gejala sosial. Hanya dengan pendekatan dekonstruksi seperti itu simpati rakyat dapat dicapai," ujarnya.
Menurutnya, titik berat kinerja PDK ke depan ada pada tindakan nilai sosial yang berdampak langsung pada rakyat, bukan mengejar jumlah suara dalam memperkokoh posisi partai.
Karena itu, katanya, para kader PDK sepakat untuk tidak pernah mau membicarakan "parliamentary threshold" dan tidak mau menjadi partai berbasis kekuasaan.
Kongres II PDK Sulsel berlangsung 23-24 Oktober di Makassar. Dua nama menguat dalam perebutan kursi ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Sulsel, yakni Ketua DPK Makassar Adil Patu dan Ketua DPK Kabupaten Gowa Rahman Syah. (T.KR-AAT/A041)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
