
Progres pembangunan Tol Layang Pettarani Makassar sudah 91 persen

Makassar (ANTARA) - Direktur Teknik dan Operasi PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) Ismail Malliungan mengatakan, progres pembangunan Jalan Tol Layang Makassar yang mulai dibangun sejak 2018 itu sudah mulai rampung dengan persentase pekerjaan 91,55 persen.
"Tadi kami melakukan audiensi dengan bapak Pj Wali Kota Makassar melaporkan perkembangan pembangunan jalan tol layang ini sekaligus membahas rencana peresmiannya," ujar Ismail Malliungan di Makassar, Senin.
Ia mengatakan, pembangunan jalan tol layang yang panjangnya sekitar 4,3 kilometer itu ditargetkan rampung akhir September 2020.
Pihaknya juga sudah melaporkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengenai progres pembangunannya sekaligus menunggu jadwal peresmiannya oleh Presiden Joko Widodo.
"Melihat perkembangan September baru selesai. Kita sudah melaporkan ke Kementerian PUPR tentang jadwal selesaianya, mudah-mudahan di bulan Oktober sudah bisa kita resmikan. (Peresmian oleh Presiden Jokowi) tergantung Sekretariat Negara dan Kementerian PUPR," katanya.
Ismail menjelaskan, saat ini progres tol menyisakan pekerajaan pengembalian jalan arteri. Ia menambahkan, jalan tol yang dikerjakan mulai 30 April 2018 ini direncanakan selesai pada Februari 2020. Namun pihak kontraktor menemukan beberapa kendala diantaranya pengerjaan pipa PDAM dan adanya wabah pendemi COVID-19.
"Di saat kita memperkerjakan 2.000 orang lebih dengan berhadapan beberapa masalah seperti PDAM dan pendemi, Alhamdulillah bisa kita lewati dengan lancar. Meski kita terlambat lima bulan lebih dari target. Kita juga bersyukur, selama pekerjaan tidak ada insiden atau kecelakaan kerja terjadi. Semua masa-masa kirtis kita lewati dengan lancar," katanya.
Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin yang mendengar penjelasan dari pihak BMN memberikan apresiasi dan dukungan kepada pihak kontraktor yang membangun jalan tol tersebut. Menurutnya, pembangunan jalan tol merupakan hal mendesak dalam kebutuhan transportasi masyarakat.
"Pembagunan seperti ini menjadi kebutuhan kita, yang bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan dan investor serta paling penting membuat warga Kota Makassar nyaman," kata dia.
Prof Rudy juga mengusulkan kepada pihak kontraktor untuk penggunaan jalan tol oleh warga saat proses pengerjaan jalan arteri.
"Saat pengerjaan jalan di bawah, alangkah bijaksananya jalan tol di atas digunakan dulu sebagai alternatif dan tidak dipungut bayaran. Hal ini untuk meminimalisir kemacetan di bawah," ucapnya.
Pemkot Makassar dan PT BMN membangun tol layang pertama dalam kota dengan nilai investasi Rp1,6 triliun. Proyek ini tak melalui pembebasan lahan karena berdiri di atas jalan nasional AP Pettarani.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
