
Bulog Sultra Siap Salurkan Raskin

Kendari (ANTARA News) - Kepala Divre Bulog Sulawesi Tenggara (Sultra), Tomy S Sikado mengatakan Bulog Sultra siap menyalurkan beras raskin kepada 238.948 rumah tangga miskin (RTM) di provinsi ini.
"Penyaluran raskin ini untuk mengurangi beban pengeluaran penduduk miskin di daerah ini menyusul harga beras yang sekarang mulai merangkak naik," katanya di Kendari, Sabtu.
Ia mengatakan, Bulog Sultra memiliki stok yang cukup dan siap menyalurkan raskin sesuai pagu yang ditetapkan pemerintah daerah setempat.
Bulog Sultra pada 2009 menyiapkan raskin sebanyak 43.010.640 kiogram (kg) untuk disalurkan kepada 238.948 RTM. harga raskin ini Rp1.600 per kg selama 12 bulan, dan setiap RTM berhak mendapat jatah 15 kg per bulan.
Data Biro Pusat Statistik (BPS) Sultra menyebutkan 238.948 RTM di provinsi ini tersebar pada 12 kabupaten/kota, yakni Kota Kendari 19.222 RTM, Konawe (29.945), Konawe Utara (7.019), Konawe Selatan (25.513), Bombana (12.362), Bau-Bau (13.305) dan Buton (36.538).
Selanjutnya di Wakatobi 11.794 RTM, Buton Utara (7.763), Muna (34.455), Kolaka (30.481) dan Kolaka Utara (10.551).
Dalam mendistribusikan raskin, kata Tomy, Bulog Sultra mengharapkan dukungan masyarakat agar penyaluran mencapai sasaran.
"Bulog bertanggung jawab dari gudang sampai ke titik distribusi. Kalau timbul masalah dalam perjalanan dari gudang Bulog ke titik distribusi yang melibatkan oknum pengawai Bulog, kami akan mengambil tindakan tegas," katanya.
Sebaliknya, Bulog tidak akan bertanggung jawab jika terjadi penyalagunaan tanggung jawab yang dilakukan pihak lain walaupun beras itu milik Bulog.
Stok beras yang dikuasai Bulog Sultra yang tersebar pada sejumlah gudang saat ini sebanyak 11 ribu ton atau cukup untuk melayani permintaan masyarakat sampai tiga bulan ke depan.
Bulog Sultra yang ditargetkan menyerap beras petani selama 2009 sebanyak 50 ton sudah mulai melakukan pembelian seharga Rp4.600 per kg melalui mitra yang tersebar pada sejumlah sentra produksi.
(T.S032/E005)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
