
Nilai Uang di Makassar Naik

Makassar (ANTARA News) - Nilai uang di Makassar naik dan harga barang terus turun akibat jumlah barang yang beredar melebihi jumlah uang yang beredar.
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan, Bambang Suprijanto, di Makassar, Senin, kota Makassar selama Oktober 2010 terjadi deflasi sebesar 0,45 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 123,65.
"Kelompok bahan makanan sebesar 2,47 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,07 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami inflasi yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,26 persen," ungkap dia.
Dia mengatakan kenaikan deflasi disebabkan turunnya harga kelompok bahan makanan hampir empat persen, serta kenaikan harga kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar0,26 persen.
Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,12 persen, kelompok sandang 1,86 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,01 persen.
Sebanyak 10 komoditas telah menjadi penyumbang tertinggi deflasi Makassar seperti, ikan bandeng, daging ayam ras, tomat sayur, daging sapi, udang basah, ikan cakalang, kol putih/kubis, wortel, susu kental manis hingga angkutan antar kota.
Sedangkan komoditas yang mengalami inflasi di atas 0,01 persen adalah emas perhiasan, cabe rawit, bawang merah, gula pasir dan tukang (bukan mandor). (T.KR-HK/M012)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
