
Filipina Lirik Jagung Sulsel

Makassar (ANTARA Sulsel) - Filipina akan membeli jagung hasil produksi Sulawesi Selatan, setelah Gorontalo tidak mampu lagi memenuhi permintaan jagung negara tersebut.
"Karena jagung Gorontalo berkurang, kami coba jajaki kerja sama pengiriman jagung Sulsel ke Filipina," kata pembeli asal Filipina, Riklin Pasernas, usai menemui Wakil Gubernur Sulsel di Makassar, Selasa.
Dia mengungkapkan, sejauh ini pihaknya membutuhkan pasokan jagung Sulsel sebanyak 5.000 ton per bulannya untuk dikirim ke Filipina sebagai bahan baku industri pakan ternak.
"Kami telah menggandeng perusahaan ekspedisi Gorontalo dan Perusda Sulsel untuk melakukan proses pengiriman jagung ke negara kami," ujarnya.
Buyer asal Philipina ini telah melakukan kontrak kerja sama dengan perusahaan ekspedisi asal Gorontalo yakni PT. Mandiri Agri Makmur untuk melakukan ekspor jagung Sulsel dan Gorontalo ke negara Filipina, sementara pemerintah provinsi akan menyiapkan kebutuhan jagung di negara tersebut.
Menurut dia, pihaknya telah menyiapkan kapal yang memiliki kapasitas angkut 1.800 ton, proses pengapalan jagung yang biasanya dilakukan di Gorontalo membutuhkan waktu sekitar 10 hari dengan jarak tempuh Gorontalo-Filipina selama enam hari.
"Perkiraan jarak antara Makassar-Filipina membutuhkan waktu yang lebih lama dari Gorontalo," ungkapnya.
Proses pengapalan hingga pengiriman yang dikerjasamakan dengan pemerintah provinsi Sulsel itu, kata dia akan dilakukan pada 16 Februari 2009, diharapkan kesiapan pemerintah daerah untuk menjadwalkan pengiriman jagung ke Filipina itu dapat berjalan sesuai dengan perencanaan.
"Tahap awal pengiriman sebanyak 1.800 ton untuk satu kali pengangkutan, target pengiriman jagung diperkirakan mencapai tiga kali pengapalan," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Numang menyambut baik rencana pembeli (buyers) Filipina membeli produksi jagung milik Sulsel, sebab kemampuan produksi Jagung Sulsel mampu memenuhi kebutuhan tersebut.
Hanya saja, lanjut dia, Pemprov Sulsel mengaku masih memiliki keterbatasan gudang penyimpanan jagung atau silo. Silo yang biasanya dimanfaatkan pengusaha untuk menyimpan komoditi agar terhindar dari kelembaban dan jamur.
Dia meminta, pihak buyers dapat mengupayakan silo dan alat pengering (dryer) untuk menjaga stok jagung yang telah dipesan tetap terjamin kualitasnya sebelum dilakukan proses pengapalan. Biaya yang dibutuhkan untuk melakukan pengadaan kedua silo dan dryer itu hanya berkisar Rp3 miliar - Rp4 miliar. (T.PK-HK/Z002)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
