Logo Header Antaranews Makassar

Proyek Kereta Api Terkendala Lahan Produktif

Jumat, 26 November 2010 09:13 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Rencana pembangunan jalur rel kereta api trans Sulawesi bakal terkendala lahan pertanian produktif di sepanjang bagian barat Pulau Sulawesi.

Pengamat transportasi Universitas Hasanuddin, Abdul Haris Djalante di Makassar, Jumat, mengatakan, nyaris 70 persen dari rencana jalur KA melintasi lahan produktif warga.

"Cukup riskan juga. Karena disatu sisi kita ingin membangun infrastruktur, di sisi lain itu berarti mengorbankan lahan pertanian rakyat. Apalagi regulasi ketahanan pangan yang baru, tidak membenarkan membangun infsrastruktur di atas lahan pertanian produktif, " ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, sebaiknya pemerintah lebih dini menanggulangi hal tersebut sebelum benar-benar rencana pembangunan direalisasikan.

Salah satu langkah solusi, yakni membuat petak sawah baru di wilayah yang tidak dilintasi jalur kereta api sehingga warga tidak dirugikan.

"Pembebasan lahan selalu menjadi masalah pertama jika ada rencana proyek pembangunan," ujarnya.

Jadi, kata dia, yang perlu dilakukan yakni bebaskan secara total lahan warga, lalu memulai pembangunan. Jangan sambil membangun, sambil negosiasi pembebasan.

Sebelumnya, Pemprov Sulsel menargetkan paling lambat 2012, pembangunan infrastruktur rel dan stasiun kereta api sudah mulai dibangun, termasuk pengadaan lokomotif dan gerbongnya.

Untuk tahap awal, transportasi kereta api ini akan melayani rute Makassar-Parepare sejauh 136 kilometer. Total dana yang dibutuhkan merealisasikan megaproyek tersebut sekitar Rp4 triliun.

Dalam rancangan nota kesepahaman (MoU) yang ditawarkan pemerintah pusat, Pemprov Sulsel hanya diwajibkan membangun rel kereta. Sementara kabupaten/kota yang terlewati jaringan rel, turut terlibat proses pembebasan lahan.

Rencananya, jalur kereta api tersebut akan dibangun di sepanjang pesisir pantai barat Sulsel. Hal tersebut dilakukan agar biaya pembangunan tidak mahal,sebab dibutuhkan lahan selebar 50 meter sejauh 136 kilometer.(T.KR-AAT/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026