
ODHA di Sulsel Masih Terpinggirkan

Makassar (ANTARA News) - Orang dengan HIV/AIDS atau ODHA di Sulawesi Selatan masih terpinggirkan karena belum semuanya mendapat pelayanan yang sama dan akses di bidang kesehatan serta layanan informasi.
"Perlakuan terhadap ODHA di segala sektor masih cenderung dipinggirkan, baik dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat," kata Ketua Kelompok Relawan Atisipasi (KRA) AIDS Sulsel Zulkifli di Makassar, Sabtu.
Dia mengatakan, ODHA sebagai warga negara memiliki hak yang sama dalam mengakses layanan kesehatan, termasuk mendapatkan informasi dan edukasi untuk mencegah penularan HIV/AIDS.
Menurut dia, selama ini sosialisasi adanya bantuan layanan kesehatan gratis termasuk pemeriksaan dini dan terapi metadon kepada penderita HIV/AIDS masih sangat minim, khususnya di tingkat kabupaten/kota.
Sementara dari segi bantuan sosial, lanjut Zulkifli, juga masih kurang. Padahal banyak ODHA yang keluarganya terbengkalai karena si penderita tidak mampu lagi membiayai hidup keluarganya.
"Bahkan banyak anak yatim piatu dari ODHA yang harus tinggal bersama nenek atau tantenya dengan segala kekurangan," katanya.
Belum lagi sejumlah ODHA yang terlantar dan harus mendekam di rumah sakit tanpa ada keluarga yang datang menjenguk atau memperhatikan mereka.
Berkaitan dengan hal tersebut, pengambil kebijakan di daerah semestinya menginventarisir semua persoalan ODHA, kemudian membuat program penanganan yang sistematis dan terorganisir.
Alasannya, jika persoalan ODHA hanya ditangani secara parsial dan tanpa sinergi antara kebijakan pemerintah kabupaten/kota dan provinsi termasuk pemerintah pusat, maka ODHA akan selalu terpinggirkan dari kebijakan maupun program pemerintah.(T.S036/R014)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
