Logo Header Antaranews Makassar

Pola Tanam Petani Kacau Balau

Sabtu, 4 Desember 2010 21:12 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Akibat perubahan iklim, pola tanam petani di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, kini kacau balau. Untuk periode Oktober-Desember petani seharusnya menanam palawija, namun ternyata masih banyak yang menanam padi dan jagung.

Ini akibat curah hujan yang masih tetap tinggi, kata Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Bantaeng Ir Suharini Harsoyo di Bantaeng, Sabtu.

Menurutnya, pola tanam di Bantaeng seharusnya padi - padi - palawija. Namun akibat curah hujan yang masih tetap tinggi, sebagian petani takut menanam kacang-kacangan.

Ketidakpatuhan petani tersebut dikhawatirkan menyuburkan penyebaran hama. "Seharusnya, sawah diistirahatkan dengan menanam palawija setelah petani dua kali menanam padi. Ini untuk memotong siklus hama," tuturnya.

Ia mengakui, pihaknya sulit mengendalikan prilaku petani dengan perkembangan cuaca yang tidak menentu. Ia berharap, Badan Meteorologi dan Geofika (BMG) bisa memberikan prakiraan cuaca dengan baik agar dapat dijadikan acuan untuk memperingatkan petani.

Menyikapi kemungkinan terjadinya penyebaran hama, dia mengatakan, telah membentuk tim yang bertugas mengamati perkembangan hama penyakit.

Tim yang diberi nama Tim PHP tersebut didampingi penyuluh pertanian. Pengamatan sangat penting agar perubahan agro klimat akibat perubahan iklim tersebut bisa diketahui.

Menjawab pertanyaan, Suharini Harsoyo mengatakan, area yang terbukti terserang hama sudah dilakukan tindakan penyemprotan insektisida. Sayangnya, insektisida tersebut sangat terbatas.

Meski begitu, Badan Ketahanan Pangan akan segera bermohon ke Badan Ketahanan Pangan tingkat provinsi. "Mudah-mudahan dalam waktu singkat, Provinsi memberi bantuan insektisida untuk mencegah kemungkinan penyebaran hama di daerah ini," tuturnya. (T.pso-102/F003)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026