
Gempa Susulan di Makassar Belum Terdeteksi

Makassar (ANTARA News) - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah IV Makassar belum menemukan adanya getaran susulan setelah gempa berkekuatan 5,9 skala Richter terjadi pada Minggu (12/12) dini hari.
Kepala Bidang Observasi Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar Abraham F. Mustamu di Makassar, Senin, mengatakan sejak terjadi gempa lalu hingga saat ini belum ada gempa susulan.
"Kemungkinan gempa susulan itu ada, tetapi sampai saat ini tidak terdeteksi. Dalam setiap gempa besar, selalu diikuti gempa susulan," kata dia.
BBMKG Wilayah IV mencatat, sudah dua kali gempa yang terjadi sepanjang tahun ini yakni pada 16 Juni 2010 pihaknya mencatat terjadi gempa di kedalaman 10 Km dengan kekuatan 5,3 SR di wilayah Mamuju, yang menyebabkan sejumlah kerusakan dan menelan satu korban jiwa.
Kemudian, lanjut dia getaran gempa yang terjadi pada Minggu (12/12) berasal dari kedalaman 19 Km, di laut kurang lebih 232 Km barat daya Makassar yang dirasakan oleh masyarakat yang bermukim di Makassar dan wilayah sekitarnya.
Data BBMKG Wilayah IV Makassar mencatat, gempa di Sulselbar pertama kali terjadi pada 29 Desember 1828 di daerah Bulukumba, Sulsel dengan kekuatan 6,9 skala richter (SR).
Kemudian gempa di Tinambung pada 11 April 1967 berkekuatan 6,3 SR yang disusul gempa di Majene pada 23 Februari 1969 berkekuatan 6,9 SR.
Gempa Mamuju pada 6 September 1972 dengan 5,8 SR, gempa Ulaweng 8 April 1993 dengan 5,5 SR, dan gempa Pinrang pada 28 September 1997 dengan 6 SR.
Kepala Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah IV Makassar, Heru Jatmika menjelaskan, masyarakat diminta untuk tidak panik dengan kejadian gempa yang terjadi beberapa waktu yang lalu
"Masyarakat jangan percaya begitu saja pada informasi yang diberikan oleh orang lain, baik berupa BBM (black berry messages), SMS, telepon dan sebagainya. Sebaiknya masyarakat mengkonfirmasi langsung ke BBMKG, setiap ada informasi yang diperoleh,"kata dia.
Dikatakannya, meski gempa yang terjadi pada Minggu malam itu tidak berpotensi tsunami, tetapi masyarakat diminta untuk tetap berhati-hati.
"Berdasarkan catatan sejarah, Sulsel memang masih memiliki potensi tsunami," kata dia.
(T.KR-HK/S016)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
